Masjid Jogokaryan Bikin Sensus, Cek Jumlah Warga Shalat Berjamaah
Fajar adhitya
Senin, 30 Agustus 2021 - 14:45 WIB
Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, Ustadz Muhammad Jazir ASP. (Foto: Langit7/Suandri).
Masjid Jogokariyan Yogyakarta membuat sensus untuk mendata warga kampung sekitar. Tujuannya mengecek seberapa banyak warga yang sudah shalat berjamaah.
Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Yogyakarta, Ustadz Muhammad Jazir mengatakan, pendataan ini dimulai pada 1999. Takmir masjid kala itu bertekad untuk mengajak warga shalat berjamaah.
"Jadi mereka yang belum shalat jadi objek dakwah masif," kata Ustadz Jazir dalam webinar Langit7.id, Senin (30/8/2021).
Dari data tersebut tercatat ada 1.839 orang yang wajib shalat. Dari jumlah tersebut ada 816 warga yang belum shalat dengan alasan tidak bisa shalat atau shalat tapi masih bolong-bolong.
Kemudian takmir masjid mengirim sejumlah ustadz untuk membimbing warga, mulai dari mengajak ibadah berjamaah sampai mengajari mereka shalat.
"Kami siap berikan pelayanan," ujarnya.
Dia mengatakan, kegiatan ini mendapat respons baik. Pada 1999, ada 816 warga belum shalat, kemudian hingga 2009 tinggal 27 orang yang belum ke masjid untuk shalat.
Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Yogyakarta, Ustadz Muhammad Jazir mengatakan, pendataan ini dimulai pada 1999. Takmir masjid kala itu bertekad untuk mengajak warga shalat berjamaah.
"Jadi mereka yang belum shalat jadi objek dakwah masif," kata Ustadz Jazir dalam webinar Langit7.id, Senin (30/8/2021).
Dari data tersebut tercatat ada 1.839 orang yang wajib shalat. Dari jumlah tersebut ada 816 warga yang belum shalat dengan alasan tidak bisa shalat atau shalat tapi masih bolong-bolong.
Kemudian takmir masjid mengirim sejumlah ustadz untuk membimbing warga, mulai dari mengajak ibadah berjamaah sampai mengajari mereka shalat.
"Kami siap berikan pelayanan," ujarnya.
Dia mengatakan, kegiatan ini mendapat respons baik. Pada 1999, ada 816 warga belum shalat, kemudian hingga 2009 tinggal 27 orang yang belum ke masjid untuk shalat.