Hujan Ekstrem Disertai Angin Kencang Landa Kota Suci Mekkah
Esti setiyowati
Kamis, 24 Agustus 2023 - 16:54 WIB
Badai dan hujan ekstrem melanda Kota Suci Mekkah pada Selasa (22/8/2023) lalu
Badai dan hujan ekstrem melanda Kota Suci Mekkah pada Selasa (22/8/2023) lalu. Dari sejumlah video yang viral di media sosial, memperlihatkan jamaah yang sedang tawaf, mengelilingi kakbah, basah kuyup dan terpeleset serta menyeret benda-benda di sekitar saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Video lain memperlihatkan, saat jamaah umrah tengah tawaf, petir menyambar hotel ikonik Fairmont Makkah Clock Royal Tower.
Dalam unggahannya di platform "X", juru bicara Pusat Meteorologi Saudi, Hussain al-Qahtani mengungkapkan bahwa badai tersebut disertai angin kencang berkecepatan lebih dari 80 kilometer per jam.
Al-Qahtani mencatat wilayah al-Kakiyyah di Mekkah, intensitas curah hujan sebesar 45 milimeter (1,8 inci) dalam waktu 24 jam.
Beberapa video lain yang tersebut juga menunjukkan banjir ringan di sejumlah titik di Mekkah. Kondisi ini memaksa warga untuk berlindungan dan tak melanjutkan perjalanan.
Situasi tersebut mirip dengan badai tahun 2015 yang menjatuhkan derek di Masjidil Haram hingga menewaskan lebih dari 100 orang dan ratusan lainnya luka-luka.
Pihak berwenang Saudi melaporkan tidak ada korban jiwa atau insiden signifikan akibat badai tersebut. Melansir Al-Jazeera, Kamis (24/8/2023), warga setempat mengatakan sebagian besar banjir bandang telah mereda sejak Rabu (23/8/2023) pagi. Meski begitu, disebutkan situasinya masih berisiko.
Video lain memperlihatkan, saat jamaah umrah tengah tawaf, petir menyambar hotel ikonik Fairmont Makkah Clock Royal Tower.
Dalam unggahannya di platform "X", juru bicara Pusat Meteorologi Saudi, Hussain al-Qahtani mengungkapkan bahwa badai tersebut disertai angin kencang berkecepatan lebih dari 80 kilometer per jam.
Al-Qahtani mencatat wilayah al-Kakiyyah di Mekkah, intensitas curah hujan sebesar 45 milimeter (1,8 inci) dalam waktu 24 jam.
Beberapa video lain yang tersebut juga menunjukkan banjir ringan di sejumlah titik di Mekkah. Kondisi ini memaksa warga untuk berlindungan dan tak melanjutkan perjalanan.
Situasi tersebut mirip dengan badai tahun 2015 yang menjatuhkan derek di Masjidil Haram hingga menewaskan lebih dari 100 orang dan ratusan lainnya luka-luka.
Pihak berwenang Saudi melaporkan tidak ada korban jiwa atau insiden signifikan akibat badai tersebut. Melansir Al-Jazeera, Kamis (24/8/2023), warga setempat mengatakan sebagian besar banjir bandang telah mereda sejak Rabu (23/8/2023) pagi. Meski begitu, disebutkan situasinya masih berisiko.