Mengenal Tradisi Austronesia di Nusantara Melalui Situs Penguburan
Muhajirin
Selasa, 03 Oktober 2023 - 13:00 WIB
Webinar Forum Kebhinekaan seri-19 dengan tema Rekam Jejak Manusia dan Budaya di Austronesia, dikutip Selasa (3/10/2023).
Kepala Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah (PR APS) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Irfan Mahmud, mengatakan, topik Austronesia secara nomenklatur baru berkembang sejak abad ke-19.
Akan tetapi, pencatatan tentang perhatian persamaan bahasa dan budaya di Nusantara yang beragam dari berbagai pulau sudah menjadi perhatian para ilmuwan sebelumnya. Beberapa hal sangat signifikan yang menjadi perhatian, Austronesia ternyata menjadi alas kebudayaan bangsa Indonesia dalam keberagamannya.
"Kita menemukan pertalian benang merah dari berbagai budaya yang ada di kepulauan Indonesia. Isu Austronesia ini membuat Indonesia secara diplomatik menjadi penting dalam skala global, karena Indonesia berada pada posisi strategis, di antara berbagai negara," jelas Irfan dalam webinar Forum Kebhinekaan seri-19 dengan tema Rekam Jejak Manusia dan Budaya di Austronesia, dikutip Selasa (3/10/2023).
Peneliti dari PR APS, Dyah Hidayati, mengungkap kajian Austronesia ini melalui situs penguburan di Nusantara. Kajian Austronesia berdasarkan data kubur, menunjukkan banyak informasi dan data yang terhimpun secara beragam dan memiliki kesamaan pola maupun bentuk kebudayaan dalam konteks yang sama, mulai dari Sumatera, Jawa, Sulawesi, maupun Papua.
Baca juga:AI Jadi Keniscayaan, Kenali Potensi Positif dan Negatifnya
Diyah memaparkan sebuah situs penguburan, di mana adanya sebuah lokasi kubur di Kepulauan Batu. Itu menunjukkan indikasi mengenai keberadaan sekelompok orang atau lebih di masyarakat. Mereka telah terikat dalam sebuah organisasi kemasyarakatan dan bermukim di suatu tempat, baik menetap ataupun berpindah-pindah.
"Ciri paling spesifik yang bisa kita perhatikan dari penguburan khas etnis Nias di Kepulauan Batu ini yaitu penggunaan keranda kayu. Namun, mereka memiliki keseragaman bentuk, dibuat dari sejenis kayu keras, sehingga tahan cuaca dengan bentuknya memanjang menyerupai perahu," jelasnya.
Akan tetapi, pencatatan tentang perhatian persamaan bahasa dan budaya di Nusantara yang beragam dari berbagai pulau sudah menjadi perhatian para ilmuwan sebelumnya. Beberapa hal sangat signifikan yang menjadi perhatian, Austronesia ternyata menjadi alas kebudayaan bangsa Indonesia dalam keberagamannya.
"Kita menemukan pertalian benang merah dari berbagai budaya yang ada di kepulauan Indonesia. Isu Austronesia ini membuat Indonesia secara diplomatik menjadi penting dalam skala global, karena Indonesia berada pada posisi strategis, di antara berbagai negara," jelas Irfan dalam webinar Forum Kebhinekaan seri-19 dengan tema Rekam Jejak Manusia dan Budaya di Austronesia, dikutip Selasa (3/10/2023).
Peneliti dari PR APS, Dyah Hidayati, mengungkap kajian Austronesia ini melalui situs penguburan di Nusantara. Kajian Austronesia berdasarkan data kubur, menunjukkan banyak informasi dan data yang terhimpun secara beragam dan memiliki kesamaan pola maupun bentuk kebudayaan dalam konteks yang sama, mulai dari Sumatera, Jawa, Sulawesi, maupun Papua.
Baca juga:AI Jadi Keniscayaan, Kenali Potensi Positif dan Negatifnya
Diyah memaparkan sebuah situs penguburan, di mana adanya sebuah lokasi kubur di Kepulauan Batu. Itu menunjukkan indikasi mengenai keberadaan sekelompok orang atau lebih di masyarakat. Mereka telah terikat dalam sebuah organisasi kemasyarakatan dan bermukim di suatu tempat, baik menetap ataupun berpindah-pindah.
"Ciri paling spesifik yang bisa kita perhatikan dari penguburan khas etnis Nias di Kepulauan Batu ini yaitu penggunaan keranda kayu. Namun, mereka memiliki keseragaman bentuk, dibuat dari sejenis kayu keras, sehingga tahan cuaca dengan bentuknya memanjang menyerupai perahu," jelasnya.