Konsep Harta dalam Islam, Fasilitas untuk Beramal Saleh
Muhajirin
Kamis, 05 Oktober 2023 - 12:18 WIB
ilustrasi
Seorang muslim harus memiliki mindset dan sikap yang tepat. Dalam bahasa Arab, ada beberapa istilah yang digunakan untuk menggambarkan masalah harta yakni maal jamaknya amwaal, al-khair berarti harta yang dianggap sebaai kebaikan, dan al-konatir yang bermakna harta.
Founder Formula Hati, Ustadz Muhsinin Fauzi, menjelaskan empat posisi harta di dalam Islam. Pertama, harta bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia. Istil rizki jika berdiri sendiri berkaitan dengan kesejahteraan. Dalam konteks ini, setiap orang diizinkan untuk meminta rizki.
“Rasul pernah mendoakan sahabatnya agar diberikan rizki dan anak-anak. Untuk memenuhi kebutuhannya, manusia membutuhkan harta,” kata Ustadz Fauzi dalam kajian daring Formula Hati, Kamis (5/10/2023).
Kedua, harta menjadi fasilitas untuk beramal shaleh dan menjadi objek amal shaleh itu sendiri. Konsep nafaqah (nafkah) disebutkan di dalam satu ayat mengenai perintah bagi laki-laki yang memiliki keleluasaan harta untuk menginfaqkannya. Dalam konteks ini, ada konsep sedekah dan zakat.
Baca juga:Kemajuan Ilmu Pengetahuan Bisa Ciptakan Kenyamanan Sekaligus Bencana
“Ada ungkapan yang disampaikan Abdullah bin Mubarak ketika ditanya tentang usahanya, ia mengatakan bahwa ia menggunakan harta ini untuk menyempurnakan agamanya. Harta digunakan sebagai alat untuk menyempurnakan agamanya. Dalam bahasa lain, harta digunakan untuk beramal shaleh,” kata Ustadz Fauzi.
Ketiga, harta memiliki posisi sebagai pencapaian angan-angan yang memukau. Ada orang yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Di samping sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan dasar, harta juga bisa dianggap sebagai pencapaian cita-cita yang memukau. Harta bisa menjadi hal yang membuat seseorang sombong.
Founder Formula Hati, Ustadz Muhsinin Fauzi, menjelaskan empat posisi harta di dalam Islam. Pertama, harta bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia. Istil rizki jika berdiri sendiri berkaitan dengan kesejahteraan. Dalam konteks ini, setiap orang diizinkan untuk meminta rizki.
“Rasul pernah mendoakan sahabatnya agar diberikan rizki dan anak-anak. Untuk memenuhi kebutuhannya, manusia membutuhkan harta,” kata Ustadz Fauzi dalam kajian daring Formula Hati, Kamis (5/10/2023).
Kedua, harta menjadi fasilitas untuk beramal shaleh dan menjadi objek amal shaleh itu sendiri. Konsep nafaqah (nafkah) disebutkan di dalam satu ayat mengenai perintah bagi laki-laki yang memiliki keleluasaan harta untuk menginfaqkannya. Dalam konteks ini, ada konsep sedekah dan zakat.
Baca juga:Kemajuan Ilmu Pengetahuan Bisa Ciptakan Kenyamanan Sekaligus Bencana
“Ada ungkapan yang disampaikan Abdullah bin Mubarak ketika ditanya tentang usahanya, ia mengatakan bahwa ia menggunakan harta ini untuk menyempurnakan agamanya. Harta digunakan sebagai alat untuk menyempurnakan agamanya. Dalam bahasa lain, harta digunakan untuk beramal shaleh,” kata Ustadz Fauzi.
Ketiga, harta memiliki posisi sebagai pencapaian angan-angan yang memukau. Ada orang yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Di samping sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan dasar, harta juga bisa dianggap sebagai pencapaian cita-cita yang memukau. Harta bisa menjadi hal yang membuat seseorang sombong.