Catat, 4 Hal yang Akan Ditanyaan di Akhirat
Muhajirin
Sabtu, 07 Oktober 2023 - 13:00 WIB
ilustrasi
Segala bentuk tindakan selama hidup di diunia akan dipertanggungjawabkan di hari kiamat kelak. Pada hari akhir ini manusia akan mendapatkan empat pertanyaan untuk mempertanggungjawabkan segala hal yang diperbuat di dunia.
Perkara-perkara yang akan ditanyakan pada hari kiamat telah dikabarkan oleh Rasulullah SAW.
لَا تَزُوْلُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ عَنْ عُمُرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ جَسَدِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ مَاذَا عَمِلَ فِيْهِ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ (رَوَاهُ ابْنُ حِبَّانَ وَالتِّرْمِذِيُّ)
"Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak dari tempat hisabnya pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai 4 hal: (1) umurnya, untuk apakah ia habiskan, (2) jasadnya, untuk apakah ia gunakan, (3) ilmunya, apakah telah ia amalkan, (4) hartanya, dari mana ia peroleh dan dalam hal apa ia belanjakan." (HR Ibnu Hibban dan at-Tirmidzi).
Pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah, Prof Yahya Zainul Ma’arif (Buya Yahya), menjelaskan, empat perkara tersebut harus diperhatikan oleh umat manusia. Perkara tersebut bisa menjadi tolak ukur selaa hidup di dunia.
1. Apa yang Kita Lakukan dengan Umur Panjang yang Diberikan oleh Allah?
Pertanyaan pertama yang ditanyakan adalah bagaimana menggunakan umur yang telah Allah berikan? Buya Yahya menjelaskan, umur yang dimaksud adalah dimulai saat kita akil balik, yaitu setelah mencapai usia dewasa.
Perkara-perkara yang akan ditanyakan pada hari kiamat telah dikabarkan oleh Rasulullah SAW.
لَا تَزُوْلُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ عَنْ عُمُرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ جَسَدِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ مَاذَا عَمِلَ فِيْهِ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ (رَوَاهُ ابْنُ حِبَّانَ وَالتِّرْمِذِيُّ)
"Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak dari tempat hisabnya pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai 4 hal: (1) umurnya, untuk apakah ia habiskan, (2) jasadnya, untuk apakah ia gunakan, (3) ilmunya, apakah telah ia amalkan, (4) hartanya, dari mana ia peroleh dan dalam hal apa ia belanjakan." (HR Ibnu Hibban dan at-Tirmidzi).
Pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah, Prof Yahya Zainul Ma’arif (Buya Yahya), menjelaskan, empat perkara tersebut harus diperhatikan oleh umat manusia. Perkara tersebut bisa menjadi tolak ukur selaa hidup di dunia.
1. Apa yang Kita Lakukan dengan Umur Panjang yang Diberikan oleh Allah?
Pertanyaan pertama yang ditanyakan adalah bagaimana menggunakan umur yang telah Allah berikan? Buya Yahya menjelaskan, umur yang dimaksud adalah dimulai saat kita akil balik, yaitu setelah mencapai usia dewasa.