Ustadz Milenial Taqy Malik: Anak Muda Keren Itu Utamakan Akhirat
Tim langit 7
Rabu, 11 Oktober 2023 - 12:00 WIB
Ustadz Taqy Malik menegaskan anak muda keren itu bukan yang sukses dalam karier atau studi, melainkan yang mengutamakan akhirat.
Ustadz Taqy Malik menegaskan anak muda yang keren itu bukan yang sukses dalam karier atau studi, melainkan anak muda yang mengutamakan “akhirat”.
“Kalau meneladani Rasulullah, siapa yang mikir akhirat, maka dunia akan ikut (datang sendiri). Itulah ‘saabun’ yaitu anak muda yang kece dan keren, anak muda yang orientasinya akhirat,” katanya di Surabaya.
Dalam “Majelis Subuh Generasi Z Islami” (MSG) di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), pendakwah milenial dari Banjarmasin dan alumni pesantren di Bogor itu menceritakan pengalaman dirinya.
“Saya cuma santri, tapi diminta orang tua fokus di pesantren hingga hafal 5 juz dan akhirnya bisa menjadi imam di masjid se-Banjarmasin. Jadi, kalau fokus akhirat, maka dunia datang sendiri,” katanya.
Dalam MSG bertema “Rahasia Pemuda Baper (Bawa Perubahan)” itu, ia memuji ribuan anak-anak muda peserta MSG di MAS yang sholeh dan sholehah serta dirindukan surga (Akhirat), karena berorientasi pada akhirat.
“Kalau kita menggantungkan hidup pada dunia itu bisa sakit, rapuh, dan susah, tapi akhirat melayang. Kalau orientasi kita itu akhirat, maka dunia bisa dapat. Ibarat, menanam padi bisa tumbuh padi dan rumput, tapi kalau menanam rumput tidak bisa tumbuh padi,” katanya.
Dalam acara yang juga dihadiri Imam Besar MAS KH Ahmad Muzakky Al-Hafidz dan Corporate Secretary Bank Jatim, Umi Rodiyah, ustadz Taqy Malik menyatakan bahagia itu ukurannya bukan harta melimpah, tapi syukur terhadap kondisi yang ada.
“Kalau meneladani Rasulullah, siapa yang mikir akhirat, maka dunia akan ikut (datang sendiri). Itulah ‘saabun’ yaitu anak muda yang kece dan keren, anak muda yang orientasinya akhirat,” katanya di Surabaya.
Dalam “Majelis Subuh Generasi Z Islami” (MSG) di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), pendakwah milenial dari Banjarmasin dan alumni pesantren di Bogor itu menceritakan pengalaman dirinya.
“Saya cuma santri, tapi diminta orang tua fokus di pesantren hingga hafal 5 juz dan akhirnya bisa menjadi imam di masjid se-Banjarmasin. Jadi, kalau fokus akhirat, maka dunia datang sendiri,” katanya.
Dalam MSG bertema “Rahasia Pemuda Baper (Bawa Perubahan)” itu, ia memuji ribuan anak-anak muda peserta MSG di MAS yang sholeh dan sholehah serta dirindukan surga (Akhirat), karena berorientasi pada akhirat.
“Kalau kita menggantungkan hidup pada dunia itu bisa sakit, rapuh, dan susah, tapi akhirat melayang. Kalau orientasi kita itu akhirat, maka dunia bisa dapat. Ibarat, menanam padi bisa tumbuh padi dan rumput, tapi kalau menanam rumput tidak bisa tumbuh padi,” katanya.
Dalam acara yang juga dihadiri Imam Besar MAS KH Ahmad Muzakky Al-Hafidz dan Corporate Secretary Bank Jatim, Umi Rodiyah, ustadz Taqy Malik menyatakan bahagia itu ukurannya bukan harta melimpah, tapi syukur terhadap kondisi yang ada.