LANGIT7.ID-, Jakarta - - Influencer
Taqy Malik tengah menjadi perbincangan panas di media sosial usai muncul tudingan
mark up wakaf Qur'an, program yang dikelolanya.
Warga Indonesia yang bermukim di Mekkah, Arab Saudi, Randy Permana, menuding
Taqy Malik meraup untung dari program wakaf Qur'an.
Menurut Randy, selama lima tahun tinggal di Arab Saudi, ia tidak pernah menemukan
mushaf Al-Qur'an dengan harga 80 riyal.
Baca juga: Menakar Selisih Harga: Adakah Mark-Up dalam Program Wakaf Qur'an Taqy Malik?"Selama ane 5 tahun bolak-balik di Saudi, gak pernah nemu harga mushaf/Quran di Mekah Madinah seharga 80 riyal (mau musim haji/Ramadan apapun kek). Antum penyalur wakaf atau jualan wakaf?" ujar Randy Permana lewat akun Instagram @paparich666.
Padahal, kata Randy, harga mushaf rata-rata Rp40-50 riyal atau sekitar Rp180.000-Rp200.000. Sementara Taqy Malik menawarkan harga
wakaf Qur'an sebesar Rp330.000.
"Selisih keuntungannya lebih banyak ketimbang harga mushafnya," ucap Randy Permana di kanal Reyben Entertainment.
Menjawab tudingan tersebut, Taqy Malik mengajak Randy Permana untuk hadir dalam forum
tabayyun yang digelar secara terbuka.
Guna mengklarifikasi isu miring yang beredar, Taqy Malik berinisiatif membuka ruang dialog demi transparansi publik.
Baca juga: Taqy Malik Diduga Mark-Up Harga Wakaf Al-Qur'an dan Jual Replika KiswahIa menekankan bahwa kehadirannya bertujuan untuk menyampaikan kebenaran dan memenuhi tanggung jawab moral, bukan untuk memicu konflik.
"Ini bukan tentang mencari pembenaran, melainkan menghadiri kebenaran. Ini bukan tentang menyerang, melainkan menjaga amanah. Dan ini bukan tentang opini, melainkan pertanggungjawaban di hadapan manusia, dan terlebih lagi di hadapan Allah SWT," jelas Taqy Malik.
Taqy berharap langkah ini bisa mengakhiri segala asumsi liar dan tuduhan tidak berdasar, sehingga integritasnya di mata umat tetap terjaga melalui fakta-fakta yang jelas.
"Saya membuka ruang ini dengan niat baik, agar segala hal menjadi terang, agar tidak ada syubhat yang tersisa, dan agar kepercayaan umat tetap berdiri atas kejelasan, (bukan asumsi atau tuduhan liar semata)," tandasnya.
Selain itu, Taqy Malik juga memberikan klarifikasi terkait tuduhan mark up harga mushaf Qur'an. Dalam sebuah video, ia memperlihatkan momen saat dirinya bertanya kepada seorang penjual di depan Masjid Nabawi.
Baca juga: Ceramah di Majelis Subuh Genzi, Ustadz Taqy Malik: Kaya Hati Membuat Kaya Rezeki"Satu-satu ya gue bahas, ini gue bukan jual muashaf 80 riyal. Gue lagi nanya iseng sama abang yang di depan Nabawi, berapa harga mushaf sekarang. Dia bilang "80 riyal" bukan gue yang bilang, kan lucu dipelintir dan di-framing bilang gue jual 80 riyal. Kalian hitung sendiri 80 riyal itu di-convert ke rupiah Rp 360 ribu, sedangkan gue jual Rp 330 ribu," tulis Taqy Malik.
(est)