Kisah Jenderal M Jusuf Bangun Masjid Al Markaz Al Islami Makassar
Fajar adhitya
Rabu, 01 September 2021 - 17:05 WIB
Masjid Al Markaz Al Islami yang dibangun Jenderal M Jusuf. (Foto: Istimewa).
Masjid Al Markaz Al Islami merupakan masjid yang sangat populer di Makassar, Sulawesi Selatan. Bangunan rumah ibadah ini yang termegah di kawasan timur Indonesia. Masjid Al Markaz Al Islami dirancang Ir Ahmad Nu'man, arsitek Muhamamdiyah yang dikenal sebagai Arsitek Seribu Masjid.
Arsitektur Masjid Al Markaz Al Islami terinspirasi dari Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Namun, Nu'man merancang masjid ini dengan kekhasan Sulawesi Selatan dengan mendesai kubah kuncup segi empat yang mengambil ilham dari Masjid Katangka, Gowa masjid tertua di Sulawesi Selatan dan rumah Bugis-Makassar pada umumnya.
Pembangunan Masjid Al Markaz Al Islami digagas oleh Andi Muhammad Jusuf Amir, seorang jenderal bintang empat. Idenya datang saat Panglima ABRI (sekarang TNI) era Presiden Soeharto ini menunaikan haji sekitar tahun 1989.
Muhammad Jusuf dikenal sebagai sosok panglima yang lembut kepada para prajuritnya serta berintegritas. Ia gemar blusukan ke barak-barak prajurit, melihat kesiapan pasukan dan kelaikan fasilitas militer. Dia sering menyetiri sendiri jip yang digunakannya berkeliling ke daerah-daerah.
Jenderal Andi Muhammad Jusuf juga pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian pada periode 1964 sampai 1974 dan juga Ketua Badan Pemeriksa Keuangan pada 1983 sampai 1993.
Terkait pembangunan Masjid Al Markaz Al Islami sendiri mulai digagasnya ketika sudah tidak aktif menjabat. Kala itu, Jenderal Muhammad Jusuf kerap menunaikan ibadah haji setiap tahun bersama keluarga dan tokoh nasional yang sering menemaninya yakni Jusuf Kalla.
Dalam ziarah itulah, putra Kajuara, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan ini terkesima dengan perubahan yang terjadi di Mekkah. Salah satunya keindahan masjid yang berada di pinggir pantai Jeddah, Arab Saudi.
Arsitektur Masjid Al Markaz Al Islami terinspirasi dari Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Namun, Nu'man merancang masjid ini dengan kekhasan Sulawesi Selatan dengan mendesai kubah kuncup segi empat yang mengambil ilham dari Masjid Katangka, Gowa masjid tertua di Sulawesi Selatan dan rumah Bugis-Makassar pada umumnya.
Pembangunan Masjid Al Markaz Al Islami digagas oleh Andi Muhammad Jusuf Amir, seorang jenderal bintang empat. Idenya datang saat Panglima ABRI (sekarang TNI) era Presiden Soeharto ini menunaikan haji sekitar tahun 1989.
Muhammad Jusuf dikenal sebagai sosok panglima yang lembut kepada para prajuritnya serta berintegritas. Ia gemar blusukan ke barak-barak prajurit, melihat kesiapan pasukan dan kelaikan fasilitas militer. Dia sering menyetiri sendiri jip yang digunakannya berkeliling ke daerah-daerah.
Jenderal Andi Muhammad Jusuf juga pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian pada periode 1964 sampai 1974 dan juga Ketua Badan Pemeriksa Keuangan pada 1983 sampai 1993.
Terkait pembangunan Masjid Al Markaz Al Islami sendiri mulai digagasnya ketika sudah tidak aktif menjabat. Kala itu, Jenderal Muhammad Jusuf kerap menunaikan ibadah haji setiap tahun bersama keluarga dan tokoh nasional yang sering menemaninya yakni Jusuf Kalla.
Dalam ziarah itulah, putra Kajuara, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan ini terkesima dengan perubahan yang terjadi di Mekkah. Salah satunya keindahan masjid yang berada di pinggir pantai Jeddah, Arab Saudi.