Masjid An Nurumi, Masjid dengan Menara Unik Seperti Permen
Fajar adhitya
Kamis, 02 September 2021 - 14:20 WIB
Kubah Masjid An Nurumi di Sleman Yogyakarta. (Foto: Istimewa).
Di tepi Jalan Jogja-Solo kilometer 15, Candisari, Kalasan, Sleman, DI Yogyakarta berdiri sebuah masjid unuk bergaya kremlin, yakni sebuah benteng tradisional di Moskow yang menjadi simbol utama Rusia. Lebih tepatnya mirip dengan gaya arsitektur Saint Basil dengan menara-menara yang penuh warna.
Kubah Masjid An Nurumi sangat aneh dibanding masjid pada umumnya. Kubahnya tidak bulat atau berbentuk atap lain, tapi terdiri dari kumpulan sembilan menara yang dicat warna-warni dan mencolok. Sekilas, kubah Masjid An Nurumi mirip seikat permen lolipop panjang.
Menara warna-warni terlihat kontras dengan bangunan utama masjid dan bangunan-bangunan di sekitarnya. Wujud masjid yang demikian membuat para pejalan atau wisatawan pasti menoleh dan mereka-reka masjid seperti apakah itu.
Masjid An Nurumi didirikan pada 2005 dan pengerjaannya selesai selama dua tahun. Tanggal pengerjaannya dimulai pada jam 7 pagi tanggal 7 bulan 7. Penggagasnya adalah seorang pengusaha kuliner ayam di Kalasan bernama Hj Umi Nursalim.
Pemilihan angka 7 sebagai jam, tanggal, dan bulan karena angka tersebut dianggap memiliki nilai yang luhur dalam falsafah Jawa. Sedangkan sembilan kubah yang menjulang tinggi bermakna mengingatkan umat Islam di tanah air untuk selalu mengenang perjuangan syiar Wali Songo dalam menyebarkan agama di tanah Jawa.
Ide mendirikan masjid dengan menara warna-warni itu didapat Umi Nursalim ketika ia berkunjung ke kawasan Kremlin, Rusia. Menurutnya unik saja di daerah itu ada bangunan nyentrik dengan menara warna-warni.
Masjid bergaya Eropa Timur ini diresmikan penggunaannya oleh Sultan Hamengkubuwono X sebagai tempat beribadah warga sekitar dan para pelancong yang kebetulan melintas di kawasan perbatasan Jateng-DIY. Sementara itu mengenai bentuk arsitektur bangunan yang unik diakui terinspirasi dari bangunan sebuah gereja bernama Saint Basil di Lapangan Merah Rusia.
Kubah Masjid An Nurumi sangat aneh dibanding masjid pada umumnya. Kubahnya tidak bulat atau berbentuk atap lain, tapi terdiri dari kumpulan sembilan menara yang dicat warna-warni dan mencolok. Sekilas, kubah Masjid An Nurumi mirip seikat permen lolipop panjang.
Menara warna-warni terlihat kontras dengan bangunan utama masjid dan bangunan-bangunan di sekitarnya. Wujud masjid yang demikian membuat para pejalan atau wisatawan pasti menoleh dan mereka-reka masjid seperti apakah itu.
Masjid An Nurumi didirikan pada 2005 dan pengerjaannya selesai selama dua tahun. Tanggal pengerjaannya dimulai pada jam 7 pagi tanggal 7 bulan 7. Penggagasnya adalah seorang pengusaha kuliner ayam di Kalasan bernama Hj Umi Nursalim.
Pemilihan angka 7 sebagai jam, tanggal, dan bulan karena angka tersebut dianggap memiliki nilai yang luhur dalam falsafah Jawa. Sedangkan sembilan kubah yang menjulang tinggi bermakna mengingatkan umat Islam di tanah air untuk selalu mengenang perjuangan syiar Wali Songo dalam menyebarkan agama di tanah Jawa.
Ide mendirikan masjid dengan menara warna-warni itu didapat Umi Nursalim ketika ia berkunjung ke kawasan Kremlin, Rusia. Menurutnya unik saja di daerah itu ada bangunan nyentrik dengan menara warna-warni.
Masjid bergaya Eropa Timur ini diresmikan penggunaannya oleh Sultan Hamengkubuwono X sebagai tempat beribadah warga sekitar dan para pelancong yang kebetulan melintas di kawasan perbatasan Jateng-DIY. Sementara itu mengenai bentuk arsitektur bangunan yang unik diakui terinspirasi dari bangunan sebuah gereja bernama Saint Basil di Lapangan Merah Rusia.
(bal)