home global news

Kekalahan Militer Israel: Kalah Tempur Darat, Kalah Strategi dan Kalah Narasi

Kamis, 23 November 2023 - 16:00 WIB
ilustrasi
Militer Israel bisa dikatakan berhasil membangun pilar keunggulan atau image salah satu militer terkuat di dunia setelah perang Oktober 1973. Namun, Hamas mampu meruntuhkan pilar tersebut melalui surprise attack pada 7 Oktober 2023, atau dikenal Taufan Al-Aqsa.

Teroris Israel kemudian dengan gegabah menjiplak strategi perang Amerika di Irak yakni strategi shock dan awe. Cirinya, pesawat tempur tanpa ampun membombardir warga sipil dan fasilitas sipil untuk menciptakan tekanan. Namun itu pun tidak berhasil menyurutkan semangat warga Gaza mempertahankan Tanah Air.

Saat militer Israel melancarkan invasi darat pada 27 Oktober 2023, kelemahan militer Israel justru dikuliti faksi pejuang Palestina. Penulis dan peneliti dari Turki, Samir Al-Araki, melalui Al Jazeera mengatakan, pejuang Palestina mempertontonkan kelemahan militer Israel ke dunia internasional.

Samir menilai, operasi Taufan Al-Aqsa yang dimulai 7 Oktober merupakan representasi nyata runtuhnya pilar keunggulan tentara Israel, ketika Tel Avivi bisa memulihkan keunggulan tersebut dalam perang Oktober 1973.

Baca juga:Lazisnu se-Jatim Himpun dan Serahkan Donasi Palestina Rp2,6 Miliar

Namun, militer Israel dengan segala kecanggihan teknologinya mendapatkan pukulan dahsyat dari Al-Qassam dan meruntuhkan pilar keunggulan tersebut. Atas kekalahan telak pada 7 Oktober itu, PM Benjamin Netanyahu dan Kabinet Perang dibantu militer Amerika Serikat segera menyatakan perang terhadap Jalur Gaza.

Zionis Israel mengadopsi teori shock and awe, yang diadopsi oleh Angkatan Darat AS dalam operasidi Irak dengan ciri pengeboman udara tanpa henti. Israel sengaja membunuh ribuan warga sipil dan menarget rumah-rumah hingga fasilitas umum dengan harapan bisa menciptakan efek kejut ke Gaza.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
israel perang strategi
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya