Pertempuran di Zat as-Sawari menjadi titik balik kekuasaan maritim Islam. Setelah kemenangan itu, Bizantium kehilangan kendali Laut Tengah. Kritik politik di Madinah ikut memanas.
Ekspedisi Muawiyah ke Siprus kerap dibaca sebagai kemenangan laut pertama Islam. Namun riwayat yang berlapis memunculkan tanya: siapa sebenarnya memimpin armada, dan apa motif di balik perang tanpa pertempuran itu?
Sejarah mencatat, perempuan tak hanya jadi penonton perang. Dari Rubai hingga Ummu Athiyyah, mereka hadir di garis belakang, menguatkan logistik dan merawat pasukan, jejaknya kini bergaung di militer modern.
Di medan perang, Ali memilih menahan diri ketimbang menebas musuh. Baginya, jihad terbesar bukanlah mengalahkan lawan dengan pedang, melainkan menundukkan ego dengan kebijaksanaan.
Qardhawi menekankan prioritas meluruskan pemikiran umat sebelum gerakan fisik. Empat arus: khurafat, literal, reaktif, moderatjalan tengah jadi kunci peradaban Qurani.
Dalam Islam, perang hanyalah jalan darurat. Yusuf al-Qardhawi menegaskan: kemenangan sejati lahir dari pembinaan iman, kesabaran, dan ujian, bukan dari ambisi cepat meraih kuasa.
Pengalaman perang pertama beliau adalah pada Perang Fijar, yakni perang yang terjadi antara kabilah Quraisy dan sekutu mereka dari Bani Kinanah melawan kabilah Qais dan Aylan.
Liga Arab mengecam keras serangan berkelanjutan Israel terhadap Palestina dan meminta dunia internasional bertindak tegas. Mereka mendesak pengakuan negara Palestina merdeka dan penghentian pendudukan Israel. Pelarangan UNRWA dan perluasan konflik ke negara tetangga meningkatkan risiko perang regional yang mengancam stabilitas Timur Tengah.
Konflik Israel-Lebanon memasuki fase baru yang lebih berbahaya. Hezbollah mengumumkan penggunaan rudal presisi untuk pertama kalinya, meningkatkan ancaman terhadap Israel. Ratusan pejuang Hezbollah siap menghadapi kemungkinan invasi darat Israel di Lebanon selatan. Situasi di perbatasan semakin tegang, dengan kedua pihak terlibat pertempuran jarak dekat. Eskalasi ini berpotensi memicu konflik regional yang lebih luas di Timur Tengah.
Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik kritis seiring AS mempertimbangkan serangan ke fasilitas minyak Iran, sementara Israel melanjutkan operasi di Lebanon. Hizbullah mengklaim telah menewaskan belasan tentara Israel, meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik regional. G7 menyerukan pengendalian diri, namun ancaman perang terbuka semakin nyata. Situasi ini berpotensi memicu krisis energi global dan destabilisasi kawasan lebih lanjut.