LANGIT7.ID-, Jakarta- - Menteri Pertahanan baru Israel Katz melalui platform X miliknya mengatakan kepada forum para jenderal Israel bahwa “tidak akan ada gencatan senjata” sampai Hizbullah tidak dapat lagi melakukan serangan.
“Kami akan terus menyerang Hizbullah dengan kekuatan penuh hingga tujuan perang tercapai. Israel tidak akan menyetujui pengaturan apa pun yang tidak menjamin hak Israel untuk menegakkan dan mencegah terorisme sendiri,” tulis Katz Senin lalu. Melansir bbc.com, Kamis (14/11/2024).
Katz mengatakan, tujuan perang Israel yaitu “melucuti senjata Hizbullah dan penarikannya ke luar sungai Litani”.
Sungai Litani merupakan sungai yang mengalir sekira 30 km utara perbatasan dengan Israel, serta “mengembalikan penduduk utara dengan selamat ke rumah mereka”.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Gideon Saar mengatakan ada “kemajuan tertentu” setelah ditanya oleh wartawan di Yerusalem tentang kemungkinan gencatan senjata.
Baca juga:
Larangan Israel terhadap UNRWA Ancam Stabilitas Regional, Ribuan Pengungsi Palestina TerancamJuru bicara Hizbullah Mohammed Afif mengatakan pada konferensi pers di Beirut: “Kami mendengar banyak pembicaraan, namun sejauh ini, menurut informasi saya, belum ada pejabat resmi yang menghubungi Lebanon atau kami mengenai hal ini (gencatan senjata).”
Pemerintah Lebanon telah menyerukan gencatan senjata berdasarkan implementasi penuh resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, yang mengakhiri perang terakhir antara Israel dan Hizbullah pada tahun 2006.
Resolusi tersebut menyerukan agar wilayah Lebanon di selatan Litani bebas dari personel bersenjata atau senjata apa pun selain milik negara Lebanon dan pasukan penjaga perdamaian PBB.
Israel telah lama mengeluh bahwa resolusi tersebut gagal mencegah Hizbullah membangun kehadiran militer yang kuat di selatan dan menembakkan roket ke perbatasan.
Usai pernyataan akan mengenyampingkan usulan gencatan senjata terhadap Hizbullah, Israel melayangkan serangan udara di Lebanon pada Selasa lalu terhadap dua rumah di Lebanon tengah, yang dilaporkan menjadi tempat tinggal keluarga pengungsi, kata kementerian kesehatan Lebanon.
Dua puluh orang, kebanyakan wanita dan anak-anak, tewas di Joun dan delapan lainnya tewas di dekat Baalchmay. Kedua desa tersebut berada di wilayah Gunung Lebanon dan di luar wilayah di mana kelompok bersenjata Hizbullah berada.
Pada Selasa pagi, militer Israel melakukan setidaknya 10 serangan di pinggiran selatan Beirut, yang dikenal sebagai Dahieh, setelah mengeluarkan perintah evakuasi di 11 lokasi.
Media Lebanon melaporkan beberapa bangunan rata dengan tanah, termasuk pusat kesehatan di kawasan Bir al-Abed, namun tidak ada laporan adanya korban jiwa.
Sementara militer Israel mengatakan pihaknya menyerang sasaran Hizbullah, termasuk pusat komando dan lokasi produksi senjata.
Pada malam harinya, militer Israel menyatakan bahwa mereka telah “membongkar sebagian besar fasilitas penyimpanan senjata dan pembuatan rudal Hizbullah” yang “secara sistematis disembunyikan di bawah bangunan sipil” di Dahieh.
Di tempat lain di Lebanon, lima orang tewas dalam serangan di desa Teffahta di selatan, menurut kementerian kesehatan.
Di kota utara Ain Yaaqoub, badan Pertahanan Sipil Lebanon mengatakan tim pertolongan pertama telah menemukan 16 mayat, termasuk empat pengungsi Suriah, dari puing-puing bangunan tempat tinggal yang hancur akibat serangan udara pada Senin malam.
(ori)