Gencatan senjata yang terjadi di Gaza yang dimulai enam minggu lalu memberi sedikit perubahan terhadap kondisi di sana. Dalam hal makanan, kali ini sudah benyak makanan yang diizinkan masuk namun untuk bahan pokok masih mengalami kesulitan.
Israel kembali memberlakukan gencatan senjata di Gaza setelah melancarkan serangan udara besar-besaran yang menewaskan lebih dari 100 warga, termasuk 35 anak-anak. Serangan ini diklaim sebagai balasan atas pelanggaran Hamas di tengah upaya menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah.
Otoritas Yerusalem memperingatkan bahwa penggalian intensif oleh Israel di sekitar dan bawah Masjid Al-Aqsa mengancam kestabilan pondasi masjid suci itu. Penggalian terowongan tanpa metode ilmiah disebut bermotif politik dan bisa menyebabkan sebagian bangunan Al-Aqsa runtuh.
Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan gencatan senjata di Gaza masih aman meski ada serangan Israel. Ia yakin upaya perdamaian Presiden tetap bertahan dan menekankan pentingnya bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza.
Israel menolak rencana kehadiran pasukan Turki di Gaza dalam inisiatif perdamaian yang digagas Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Gideon Saar menegaskan, Israel hanya menerima negara yang dianggap netral untuk bergabung dalam pasukan internasional penjaga gencatan senjata.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan serangan Israel ke Gaza tidak dianggap melanggar gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat. Rubio menilai Israel masih berhak membela diri jika ada ancaman nyata, dan semua mediator sepakat atas hak tersebut.
Hamas telah membebaskan 20 tawanan hidup yang ditahannya di Jalur Gaza. Sementara Israel sedang melakukan pembebasan sekira 2.000 tahanan Palestina. Hal ini dilakukan kedua belah pihak sebagai pelaksanaan ketentuan-ketentuan dalam kesepakatan gencatan senjata.
Presiden Prabowo Subianto telah tiba di Bandar Udara (Bandara) Internasional Sharm El-Sheikh, Republik Arab Mesir untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Sharm El-Sheikh, hari ini.
Israel dan kelompok militan Palestina, Hamas, menandatangani perjanjian gencatan senjata dan membebaskan sandera Israel dengan imbalan tahanan Palestina.
Qatar dan Turki bergabung dalam pembicaraan damai di Mesir bersama AS, Israel, dan Hamas. Trump pimpin langsung upaya akhiri perang Gaza dan bebaskan sandera yang tersisa.
Hamas menyetujui pembebasan semua tawanan Israel, pengiriman jenazah korban, dan penyerahan pemerintahan Gaza kepada badan teknokratis Palestina yang independen.
Israel kembali gempur Kota Gaza hingga tewaskan 17 orang, sementara Hamas masih menimbang rencana perdamaian Donald Trump yang menuai penolakan faksi Palestina.