LANGIT7.ID-, -
Hamas telah membebaskan 20 tawanan hidup yang ditahannya di
Jalur Gaza. Sementara Israel sedang melakukan pembebasan sekira 2.000 tahanan
Palestina. Hal ini dilakukan kedua belah pihak sebagai pelaksanaan ketentuan-ketentuan dalam
kesepakatan gencatan senjata.
Sorak-sorai bergemuruh di Israel pada Senin (13/10) pagi, ketika saluran-saluran televisi mengumumkan bahwa kelompok pertama yang terdiri dari tujuh tawanan telah diserahkan kepada Komite Palang Merah Internasional (ICRC). Melansir
Al Jazeera, Selasa (14/10/2025).
Militer Israel kemudian mengonfirmasi bahwa 13 tawanan lainnya yang diambil dari Israel pada 7 Oktober 2023, yang telah ditahan di
Gaza selama lebih dari dua tahun, juga telah dipindahkan.
Sementara itu, persiapan pembebasan tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel terus berlanjut, dengan bus-bus terlihat di luar penjara militer Ofer, di Tepi Barat yang diduduki, tempat banyak tahanan Palestina yang akan dibebaskan ditahan.
Baca juga: Donald Trump Bangga Umumkan Kesepakatan Gencatan Senjata Israel dan HamasJuru bicara kantor Perdana Menteri B
Benjamin Netanyahuenjamin Netanyahu mengatakan, para tahanan akan dibebaskan setelah Israel menerima konfirmasi bahwa semua tawanan yang masih hidup berada di wilayah Israel.
Kementerian Luar Negeri Israel, dalam sebuah unggahan di X, mengidentifikasi para tawanan yang dibebaskan dalam kelompok pertama sebagai Guy Gilboa Dalal (24), Eitan Mor (25), Matan Angrest (22), Alon Ohel (24), Gali dan Ziv Berman (28), serta Omri Miran (48).
Begitu tampak kebahagiaan diraut wajah para keluarga maupun kerabat dari tawanan tersebut. Setelah sekian lama terpisah kini dipertemukan kembali dengan orang-orang terkasih mereka. Sebelum para tawanan dibebaskan dan diterbangkan ke tempat asal, mereka dibawa ke rumah sakit untuk perawatan medis.
Baca juga: Akhirnya, Israel dan Hamas Tandatangani Kesepakatan Gencatan Senjata dan Penyanderaan di GazaMelaporkan dari Amman, Yordania, Nour Odeh dari Al Jazeera mengatakan, para tawanan yang dibebaskan "dilaporkan dalam kondisi yang wajar, berjalan tanpa memerlukan bantuan medis".
Orangtua Ohel mengatakan, kepada The Times of Israel bahwa putra mereka "terlihat luar biasa" dan "berdiri sendiri", sementara ibu Mor mengatakan kepada Ynet News bahwa putranya "terlihat baik-baik saja, meskipun kurus dan pucat".
Sebelumnya, juru bicara Netanyahu mengatakan, Israel berharap semua tawanan yang masih hidup akan dibebaskan sebelum batas waktu pukul 09.00 GMT, sesuai dengan ketentuan perjanjian gencatan senjata yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Namun, Israel tidak memperkirakan pemulangan jenazah 28 tawanan yang tersisa akan selesai pada hari Senin, meskipun ada batas waktu 72 jam yang disepakati dalam kesepakatan, kata juru bicara tersebut.
Baca juga: Tiba di Mesir, Presiden Prabowo Hadiri Upacara Penandatanganan Perdamaian Gaza(lsi)