Hamas kini berada di tahap akhir pemilihan pemimpin baru untuk mengisi kekosongan jabatan. Dua kandidat kuat bersaing ketat demi tentukan arah masa depan Gaza.
Hamas menyetujui pembebasan semua tawanan Israel, pengiriman jenazah korban, dan penyerahan pemerintahan Gaza kepada badan teknokratis Palestina yang independen.
Israel kembali gempur Kota Gaza hingga tewaskan 17 orang, sementara Hamas masih menimbang rencana perdamaian Donald Trump yang menuai penolakan faksi Palestina.
Israel dan Hamas saling tuding soal gagalnya gencatan senjata Gaza. Perundingan di Qatar terancam gagal karena peta penarikan pasukan yang kontroversial.
Proposal gencatan senjata 60 hari antara Israel dan Hamas didukung penuh oleh AS. Isinya mencakup pembebasan sandera, penarikan pasukan Israel, dan negosiasi damai permanen. Trump disebut menjamin kesepakatan ini berjalan.
Hamas meminta jaminan bahwa gencatan senjata yang ditawarkan AS benar-benar akan mengakhiri perang di Gaza. Sementara itu, Israel terus lakukan serangan udara yang menewaskan puluhan warga sipil. Apakah kesepakatan damai akan tercapai?
Hamas mengkaji proposal gencatan senjata 60 hari di Gaza yang diumumkan Presiden Trump. Sementara itu, Netanyahu tetap berkeras ingin menghapus Hamas sepenuhnya. Situasi ini menimbulkan harapan dan kecemasan di Gaza.
Turki lakukan pertemuan rahasia dengan petinggi Hamas untuk membahas gencatan senjata dan krisis kemanusiaan di Gaza. Langkah diplomasi ini menambah harapan akan berakhirnya perang berkepanjangan.
Donald Trump kembali menyerukan agar Israel dan Hamas segera mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza. Ia juga mengkritik sidang Netanyahu yang dianggap menghambat proses damai. Sementara itu, Israel memerintahkan evakuasi besar-besaran dari Gaza utara.
Hamas menyebut negosiasi gencatan senjata di Gaza kian intens dalam beberapa jam terakhir. Trump juga klaim ada kemajuan besar untuk mengakhiri konflik dengan Hamas. Apakah perang 21 bulan ini segera berakhir?
Hamas merilis video terbaru sandera Israel, Elkana Bohbot, yang memohon pemerintah segera membebaskannya dari Gaza. Dalam rekaman menyayat hati itu, ia ceritakan bahaya bombardir Israel yang mengancam nyawanya. Apa nasibnya kini? Simak kabar lengkapnya!