Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home global news detail berita

Hamas Pelajari Usulan Gencatan Senjata Sementara, Trump Dorong Kesepakatan Damai

nabil Kamis, 03 Juli 2025 - 09:42 WIB
Hamas Pelajari Usulan Gencatan Senjata Sementara, Trump Dorong Kesepakatan Damai
LANGIT7.ID-Jakarta; Hamas menyatakan pada Rabu bahwa mereka sedang mempelajari usulan gencatan senjata terbaru yang disebut Presiden AS Donald Trump sebagai proposal “final”. Namun, Hamas menegaskan bahwa syarat utama kesepakatan itu adalah penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza. Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu justru menegaskan bahwa Hamas harus dieliminasi.

Sehari sebelumnya, Trump mengumumkan bahwa Israel telah menyetujui syarat untuk menyelesaikan gencatan senjata selama 60 hari dengan Hamas, usai pertemuan yang ia sebut sebagai “panjang dan produktif” antara tim utusannya dan pejabat Israel.

Dalam pernyataannya, Hamas mengatakan bahwa mereka sedang mempertimbangkan tawaran baru dari mediator Mesir dan Qatar, dan ingin mencapai kesepakatan yang benar-benar mengakhiri perang serta menjamin penarikan total pasukan Israel dari wilayah Gaza.

Sementara itu, Netanyahu memberikan pernyataan publik pertamanya sejak pengumuman Trump dan kembali mengulang sikap kerasnya terhadap Hamas.

“Tidak akan ada lagi Hamas. Tidak akan ada Hamastan. Kita tidak akan kembali ke kondisi seperti itu. Ini sudah selesai,” tegas Netanyahu dalam sebuah pertemuan di proyek pipa lintas Israel.

Pernyataan dari kedua pihak ini pada dasarnya mencerminkan sikap lama mereka yang belum berubah, sehingga belum jelas apakah akan ada jalan tengah untuk mencapai kesepakatan. Meski begitu, pengumuman Trump sempat memberi sedikit harapan bagi warga Gaza yang sudah menderita selama hampir dua tahun perang.

“Aku harap kali ini bisa berhasil, meskipun hanya dua bulan, itu bisa menyelamatkan ribuan nyawa tak bersalah,” ujar Kamal, warga Kota Gaza, lewat sambungan telepon.

Namun, tidak semua warga Gaza langsung percaya pada janji gencatan senjata dari Trump. Beberapa menilai ini bukan kali pertama Trump menyebut perdamaian sudah dekat.

“Kita berharap dia serius, seperti waktu perang Israel-Iran. Saat itu dia bilang perang harus berhenti, dan akhirnya berhenti,” kata Adnan Al-Assar, warga Khan Younis di Gaza selatan.

Di dalam negeri Israel, tekanan publik terhadap Netanyahu terus meningkat agar ia menyetujui gencatan senjata permanen. Namun, usulan ini ditentang keras oleh anggota sayap kanan dalam koalisi pemerintahannya.

Di sisi lain, serangan AS dan Israel ke situs nuklir Iran serta kesepakatan gencatan senjata 12 hari di bulan lalu turut memberi tekanan terhadap Hamas. Apalagi, kelompok ini dikenal mendapat dukungan dari Iran yang kini sedang dalam posisi lemah.

Para pemimpin Israel percaya bahwa lemahnya posisi Iran membuka peluang bagi negara-negara kawasan untuk menjalin hubungan dengan Israel.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengatakan mayoritas anggota koalisi akan mendukung kesepakatan yang mencakup pembebasan para sandera yang masih ditahan oleh Hamas di Gaza.

“Kalau memang ada peluang, jangan sampai kita sia-siakan!” tulis Saar di platform X. Dari 50 sandera yang masih ditahan, sekitar 20 diyakini masih hidup.

Pemimpin oposisi Israel Yair Lapid juga menegaskan bahwa partainya siap memberi “jaring pengaman” politik jika anggota kabinet garis keras menolak kesepakatan tersebut. Ia bahkan menyatakan siap mendukung pemerintah agar tidak jatuh lewat mosi tidak percaya.

Harapan Warga Gaza: Akhiri Perang Sepenuhnya

Bagi warga Gaza yang sudah beberapa kali harus mengungsi dan berjuang keras mencari makanan setiap hari selama 21 bulan terakhir, adanya pembicaraan gencatan senjata memberikan secercah harapan. Namun mereka juga khawatir ini hanya akan menjadi kesepakatan sementara.

“Kami ingin perang di Gaza ini benar-benar berakhir. Bukan seperti biasanya, hanya kesepakatan setengah-setengah dan gencatan senjata yang cuma bertahan sebulan dua bulan, lalu perang kembali meledak,” kata Samir Al-Masri di Khan Younis.

Pada akhir Mei lalu, Hamas sempat meminta sejumlah perubahan dalam proposal gencatan senjata yang didukung AS. Namun, utusan Trump, Steve Witkoff, menyebut permintaan Hamas itu “sama sekali tidak bisa diterima.”

Proposal sebelumnya berisi gencatan senjata selama 60 hari, di mana Hamas akan membebaskan separuh sandera yang mereka tahan, lalu sebagai gantinya Israel membebaskan sejumlah tahanan Palestina dan mengembalikan jenazah warga Palestina lainnya. Sisanya akan dibebaskan Hamas dalam kesepakatan tahap kedua yang mencakup akhir permanen dari perang.

“Israel telah menyetujui syarat-syarat yang dibutuhkan untuk menyelesaikan gencatan senjata 60 hari, dan selama masa itu kita akan bekerja sama dengan semua pihak untuk mengakhiri perang,” tulis Trump di media sosial pada Selasa. Namun, ia tidak menjelaskan detail syarat yang dimaksud.

Seorang sumber dekat Hamas mengatakan bahwa para pemimpin faksi itu akan mendiskusikan proposal tersebut dan meminta penjelasan tambahan dari para mediator sebelum memberi tanggapan resmi.

Namun, di tengah pembicaraan gencatan senjata itu, situasi di lapangan tetap mencekam. Dalam 24 jam terakhir, otoritas kesehatan Gaza melaporkan bahwa 139 warga Palestina tewas akibat tembakan dan serangan udara Israel di wilayah utara dan selatan. Militer Israel juga kembali memerintahkan evakuasi besar-besaran pada Selasa malam.

Menanggapi pertanyaan dari Reuters, militer Israel mengatakan bahwa operasi mereka ditujukan untuk menghancurkan kekuatan militer Hamas dan meminimalkan korban sipil, namun tidak memberi tanggapan atas kasus-kasus spesifik.

Salah satu korban pada Rabu adalah Marwan Al-Sultan, Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara. Ia dilaporkan tewas dalam serangan udara bersama istri dan lima anaknya.

Militer Israel menjelaskan bahwa serangan udara itu menargetkan “teroris kunci” dari Hamas di wilayah Kota Gaza, meskipun tidak menyebutkan nama. Mereka juga mengatakan masih memverifikasi laporan soal korban sipil dan menyatakan penyesalan atas jatuhnya korban yang “tidak terlibat,” sembari menekankan bahwa mereka selalu berusaha meminimalkan risiko tersebut.

Perang ini bermula saat militan Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober 2023 dan menewaskan 1.200 orang—kebanyakan warga sipil—serta membawa 251 sandera ke Gaza. Ini menjadi hari paling berdarah dalam sejarah Israel.

Sebagai balasan, militer Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Gaza yang hingga kini telah menewaskan lebih dari 57.000 warga Palestina—kebanyakan juga warga sipil—menurut data dari Kementerian Kesehatan Gaza. Hampir seluruh dari 2,3 juta penduduk Gaza telah mengungsi, dan wilayah ini kini berada dalam kondisi krisis kemanusiaan.

Menurut PBB, lebih dari 80% wilayah Gaza kini menjadi zona militer Israel atau berada di bawah perintah pengungsian.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)