LANGIT7.ID-, - Presiden Amerika Serikat (AS),
Donald Trump kembali menggunakan kalimat
pujian pada Allah dalam unggahan di Truth Social untuk kedua kalinya sejak perang antara AS-Israel melawan Iran dimulai.
Lewat unggahannya, yang dikutip dari Arab News pada Selasa (14/4/2026), Trump mengklaim bahwa Iran telah
mengalami kerugian militer selama perang.
Baca juga: Trump Tuai Kecaman, Ucap Alhamdulillah Saat Ancam Bakal Serang Iran Habis-Habisan"
Angkatan Laut mereka sudah tidak ada, Angkatan Udara mereka sudah tidak ada, sistem pertahanan udara mereka tidak lagi berfungsi, radar mereka hancur, pabrik rudal dan
drone mereka sebagian besar telah dihancurkan, bersama dengan rudal dan drone itu sendiri.”
“Yang terpenting, para ‘pemimpin’ lama mereka tidak lagi bersama kita,
segala puji bagi Allah!” tulis Trump.
Ini menjadi kali kedua bagi Trump menggunakan ungkapan
pujian kepada Allah. Sebelumnya ia juga melakukannya saat menuntut Iran untuk membuka Selat Hormuz.
Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur strategis dan membuat Iran menghadapi hidup dalam neraka.
Selain itu, Trump juga mengancam bakal menghapus peradaban Iran jika tidak mematuhi tuntutan AS.
Baca juga: Trump Ancam Blokir Selat Hormuz Usai Negosiasi Gagal dan Iran Tolak Sepakat dengan AmerikaTrump juga menggunakan unggahan tersebut untuk menyindir sejumlah negara yang selama ini menjadi sekutu AS. Ia mengatakan bahwa AS kini mengambil langkah untuk mengamankan Selat Hormuz demi kepentingan global, termasuk bagi negara-negara seperti China, Jepang, Korea Selatan, Prancis, Jerman, dan lainnya.
“Yang mengejutkan, mereka tidak memiliki keberanian atau kemauan untuk melakukan pekerjaan ini sendiri.”
Pernyataan Trump ini muncul saat berlangsungnya pembicaraan damai antara AS dan Iran di Islamad, Pakistan. Wakil Presiden JD Vance memimpin delegasi AS, sementara Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Seyed Abbas Araghchi memimpin delegasi Iran.
(est)