LANGIT7.ID-, New York City -
Wali Kota New York City,
Zohran Mamdani tampak berdiri gagah di podium. Walikota Muslim dan termuda itu berada di atas panggung untuk memamerkan prestasinya selama 100 hari pertama menjabat. Ia dinilai berhasil karena telah memenuhi beberapa janji kampanyenya. Presiden Amerika Serikat
Donald Trump pun tampak terpesona.
Ribuan orang berkumpul di Knockdown Center, bekas pabrik di Queens, beberapa membawa spanduk bertuliskan "Politik Lubang Jalan" dan "Perawatan Anak untuk Semua".
"Tidak ada yang terlalu besar untuk ditangani Kota New York," kata Mamdani kepada mereka, melansir BBC, Selasa (14/4/2026).
"Dan selama 14 minggu terakhir, kami telah membuktikan bahwa tidak ada tugas yang terlalu kecil," tegas dia.
Mamdani mengklaim sejumlah prestasi, termasuk mengamankan USD1,2 miliar untuk perawatan anak, dan memperbaiki 100.000 lubang jalan. Tetapi beberapa poin dari agenda besarnya belum tercapai.
Menurut profesor kebijakan publik dari Harvard University's Kennedy School of Government, Justin de Benedictis-Kessner, Mamdani memilih beberapa hal yang menurutnya paling mudah untuk membangun dukungan untuk menaikkan citra dirinya.
"Ia mencoba menemukan isu-isu yang memiliki basis dukungan luas di baliknya, daripada memilih isu-isu yang berpotensi memecah belah sejak awal," ungkap Justin.
Baca juga: Walikota Muslim Zohran Mamdani: Refleksi 100 Hari sebagai Wali Kota New York, Sukses Turunkan Biaya Hidup WargaMulai dari mengatasi hubungan yang bergejolak dengan Presiden
Donald Trump hingga membuat bus kota lebih cepat dan gratis, berikut adalah posisi Mamdani terkait beberapa janji kampanyenya.
Seperti diberitakan sebelumnya, "hubungan" Mamdani dengan Trump tidak baik. Selama berbulan-bulan menjelang pemilihan Mamdani dan presiden dari Partai Republik itu saling menghina. Trump menyebut bintang yang sedang naik daun itu sebagai "komunis", sementara Mamdani berjanji kepada khalayak bahwa ia tidak akan mundur dari Trump.
Namun sejak Mamdani menjabat, kondisi tampak sedikit berbeda. Keduanya bertemu beberapa kali, dengan
Trump mengatakan bahwa ia akan "mendukung" Mamdani. Mereka membahas krisis keterjangkauan di kota termahal di Amerika dan tersenyum berdampingan untuk sesi foto.
Bahkan, Trump terkadang tampak "terpesona" oleh
Mamdani, kata Lincoln Mitchell, dari Sekolah Hubungan Internasional dan Publik Universitas Columbia.
"Apa yang berhasil dia lakukan adalah menyeimbangkan antara menghindari kemarahan langsung Trump, dan pada saat yang sama, tidak menyerah padanya."
Mungkin karena hubungan baik antara keduanya yang tidak terduga, Mamdani telah menghindari ancaman Trump untuk menahan pendanaan federal dari Kota New York, yang sudah beroperasi dengan defisit.
Sementara Trump belum melancarkan penindakan imigrasi di New York seperti yang terjadi di Minneapolis, Minnesota, awal tahun ini, yang menyebabkan peningkatan konflik antara pemimpin federal dan lokal.
Salah satu janji kampanye terbesar Mamdani sekaligus menjadi inti agenda keterjangkauannya adalah menyediakan layanan penitipan anak universal bagi warga New York.
Penitipan anak gratis ini belum menjadi kenyataan. Namun, ia menjanjikan USD1,2 miliar atau sekira Rp20 miliar lebih untuk menyediakan 2.000 tempat gratis bagi anak berusia dua tahun pada musim gugur 2026, di beberapa komunitas berpenghasilan rendah, termasuk Canarsie, Brownsville, dan Ozone Park.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan jumlah anak yang tercakup menjadi 12.000 pada musim gugur 2027 dan mencapai "universalitas penuh" dalam waktu empat tahun.
Gubernur negara bagian New York, Kathy Hochul, telah berkomitmen untuk mendanai sepenuhnya pada dua tahun pertama program ini, meskipun pendanaan setelah itu masih belum jelas.
Kritik untuk MamdaniPada tanggal 23 Februari, hampir 20 inci salju tercatat di Central Park saat badai salju lain melanda kota.
Mamdani menghadapi kritik setelah setidaknya 18 orang tewas selama badai pertama dan gelombang dingin berikutnya.
Pada bulan Februari, ia mengambil langkah lebih lanjut selama cuaca buruk, mengosongkan kamar hotel, menempatkan 1.400 orang di tempat penampungan tunawisma, dan mengirimkan 150 pekerja lapangan lainnya ke jalanan.
Selama badai Januari, Mamdani mengatakan ribuan pekerja sanitasi membantu membersihkan jalanan dan mencairkan 23 juta pon salju di delapan lokasi pencairan salju.
Janji Toko Kelontong Milik Kota PertamaPada rapat umum hari Minggu, Mamdani mengumumkan rencana untuk membuka toko kelontong milik kota di East Harlem pada akhir masa jabatan pertamanya, komponen lain dari kampanyenya. Ia mengatakan, berencana untuk membuka total lima toko.
Toko tersebut akan berada di La Marqueta, sebuah pasar yang didirikan oleh Walikota New York saat itu, Fiorello LaGuardia, pada tahun 1936, kata Mamdani.
Baca juga: Kepala Daerah Mesti Banyak Belajar dari Walikota New York, Zohran Mamdani: Super KreatifMenurut New York Times, biaya pembangunannya diperkirakan mencapai USD30 juta.
Pemerintah Kota New York sudah menyewakan properti kepada pedagang grosir swasta dengan harga lebih rendah dan menanggung biaya operasional untuk memberikan akses lebih luas ke makanan dengan harga lebih murah. (*/lsi/bbc)
(lsi)