LANGIT7.ID-New York; Seorang wali kota demokrat-sosialis yang dulu pernah blak-blakan mengatakan bahwa miliarder seharusnya tidak boleh ada, kini menerima bantuan besar dari keluarga salah satu miliarder paling terkenal di dunia.
Sebuah dilema menarik terjadi di Kota New York. Wali Kota Zohran Mamdani, yang dikenal dengan retorika anti-kekayaan super, baru saja mendapat suntikan dana $100 juta (sekitar Rp1,6 triliun) dari keluarga Bezos – orang tua dari pendiri Amazon, Jeff Bezos.
Donasi ini disalurkan melalui Robin Hood, salah satu organisasi amal terbesar dan paling difavoritkan Wall Street. Dana tersebut akan membentuk Jackie Bezos Endowment for Early Childhood, yang fokus pada pendanaan pendidikan dan pengembangan anak usia dini. Ada juga janji tambahan $25 juta jika ada donasi pencocok, sehingga totalnya bisa mencapai $150 juta.
Mamdani selama ini vokal memperjuangkan perluasan pendidikan anak. Bulan lalu, ia mengumumkan bahwa program 2-K (pendidikan gratis usia 2 tahun) akan tersedia secara universal dan gratis sepanjang tahun.
Namun, penerimaan donasi dari keluarga Bezos ini terasa ironis mengingat sikap Mamdani terhadap kaum superkaya. Baru-baru ini, sang wali kota sempat bersitegang dengan CEO Citadel, Ken Griffin, setelah merilis video di depan apartemen mewah milik Griffin senilai $238 juta. Dalam video itu, Mamdani mengumumkan pajak pied-à-terre (pajak untuk rumah mewah kedua).
Bahkan minggu lalu, Mamdani memboikot Met Gala karena disponsori oleh Jeff Bezos dan istrinya. Ia beralasan ingin membuat kota lebih terjangkau. Aktor Mark Ruffalo dan penyanyi Olivia Rodrigo juga ikut memboikot dengan alasan yang sama.
Meskipun retorikanya keras, mewujudkan layanan anak universal untuk jutaan warga New York termuda jelas tidak murah. Belum lagi kota ini sedang menghadapi krisis anggaran besar-besaran dengan defisit $12 miliar yang disebut Mamdani sebagai "defisit bersejarah".
Jenna Lyle, juru bicara balai kota, mengatakan donasi ini adalah bagian dari upaya seluruh kota.
"Untuk memberikan layanan anak universal gratis di lima borough, dibutuhkan upaya dari seluruh kota – pemerintah, penyedia layanan, keluarga pekerja, buruh, filantropi, dan warga New York," ujarnya. "Semua orang harus searah. Kami bangga Robin Hood membuat komitmen besar ini."
Robin Hood didirikan pada 1988 oleh miliarder hedge fund Paul Tudor Jones. Organisasi ini didukung oleh nama-nama besar Wall Street, termasuk Ken Griffin (yang baru saja berseteru dengan Mamdani) dan mantan wali kota Michael Bloomberg.
Robin Hood mendanai lebih dari 300 organisasi nirlaba, membantu memindahkan lebih dari 32.000 warga New York ke perumahan, dan menggalang dana lebih dari $115 juta selama pandemi.
CEO Robin Hood, Richard R. Buery Jr., menjelaskan bahwa meskipun pendanaan publik harus tetap menjadi motor utama, donasi filantropi sangat membantu mempercepat tujuan kota. Ia juga menekankan bahwa organisasinya selalu berusaha mencari titik temu dengan siapa pun yang memimpin balai kota.
Pada Selasa lalu, Mamdani mengumumkan anggaran FY2027 yang diperbarui, yang mencakup $59,6 juta untuk dukungan layanan anak universal dan pendidikan K-12. Mamdani mengklaim proposal anggaran baru ini akan menambal defisit.
Namun, dengan biaya hidup di New York yang terus melambung, donasi $100 juta dari keluarga Bezos – terlepas dari segala ironinya – mungkin justru datang di waktu yang sangat tepat untuk mewujudkan janji kampanye seorang wali kota sosialis.(*/saf/fortune)
(lam)