LANGIT7.ID-Jakarta; Seorang pejabat Hamas mengatakan pada Jumat (3/10) kepada AFP bahwa kelompoknya masih butuh waktu untuk mempelajari rencana Gaza yang diajukan Presiden AS Donald Trump dan didukung oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
“Hamas masih melanjutkan konsultasi terkait rencana Trump... dan telah memberi tahu para mediator bahwa konsultasi ini masih berjalan dan butuh waktu,” ujar pejabat itu yang enggan disebutkan namanya karena tidak berwenang bicara secara publik.
Trump sebelumnya memberi ultimatum kepada Hamas agar dalam “tiga atau empat hari” menerima rencananya untuk mengakhiri perang hampir dua tahun di wilayah Palestina tersebut.
Rencana itu mencakup gencatan senjata, pembebasan sandera dalam 72 jam, pelucutan senjata Hamas, serta penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza. Setelah itu, akan dibentuk otoritas transisi pascaperang yang dipimpin langsung oleh Trump.
Sejumlah negara besar, termasuk negara Arab dan Muslim, menyambut baik usulan ini.
Mohammad Nazzal, anggota biro politik Hamas, mengatakan pada Jumat bahwa “rencana tersebut punya beberapa poin yang mengkhawatirkan, dan kami akan segera mengumumkan posisi kami.” Ia menambahkan, “Kami sedang berkomunikasi dengan para mediator serta pihak Arab dan Islam, dan kami serius untuk mencari kesepahaman.”
Sumber Palestina dekat pimpinan Hamas mengatakan pada Rabu bahwa kelompok itu “ingin mengubah beberapa klausul, seperti yang terkait pelucutan senjata serta pengusiran kader Hamas dan faksi lain.” Hamas juga menuntut “jaminan internasional atas penarikan penuh Israel dari Jalur Gaza” serta jaminan tidak ada upaya pembunuhan baik di dalam maupun di luar wilayah tersebut.
Dua pandangan dalam HamasSeorang sumber lain yang memahami proses negosiasi menuturkan bahwa “ada dua pendapat di dalam Hamas.”
“Yang pertama mendukung persetujuan tanpa syarat, karena prioritasnya adalah gencatan senjata dengan jaminan Trump, serta adanya mediator untuk memastikan Israel menjalankan rencana itu,” kata sumber tersebut.
“Pendapat kedua punya keberatan serius pada beberapa poin utama, terutama menolak pelucutan senjata dan pengusiran warga Palestina dari Gaza. Mereka lebih memilih persetujuan bersyarat dengan penjelasan tambahan yang mencerminkan tuntutan Hamas dan kelompok perlawanan,” tambahnya.
Perang Israel di Gaza sejauh ini sudah menewaskan setidaknya 66.225 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza yang dianggap kredibel oleh PBB.
(lam)