LANGIT7.ID-, Palestina - Sebuah pesawat nirawak atau drone milik Israel menembakkan empat rudal ke arah sebuah kantor polisi di Gaza, Palestina. Serangan ini merupakan bagian dari rangkaian serangan yang sengaja dilakukan terhadap infrastruktur dan fasilitas penegak hukum di seluruh Jalur Gaza.
Akibat serangan tersebut, tujuh petugas polisi tewas, termasuk kepala kantor polisi tersebut, wakilnya, dan lima petugas lainnya. Melansir
Aljazeera, Rabu (14/7/2026).
Tugas mereka adalah menjaga ketertiban dan keteraturan di sebuah area yang dikenal sebagai pasar di tengah kamp pengungsian.
Ini bukan kali pertama militer Israel melancarkan serangan yang disengaja terhadap kantor polisi.
Baca juga: Mufti Muhammad Hussein Ditangkap Israel Usai Khutbah Jumat di Masjid Al-AqsaMelihat seringnya kejadian ini berulang, tampaknya tujuannya adalah untuk semakin menjerumuskan Jalur Gaza ke dalam kekacauan dan memperluas kekosongan kekuasaan di wilayah yang telah porak-poranda akibat perang tersebut.
Dengan adanya serangan tersebut, menambah deretan panjang daftar korban kebrutalan Israel. Jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Gaza sejak 'gencatan senjata' bulan Oktober mencapai 1.122 orang.
Kantor Media Pemerintah di Gaza menyatakan bahwa 3.689 pelanggaran oleh militer Israel telah tercatat sejak "gencatan senjata" mulai berlaku di wilayah kantong tersebut pada bulan Oktober.
Baca juga: Presiden Iran Kritik Sikap Diam Dunia Internasional Terhadap Serangan IsraelSebuah pernyataan dari kantor tersebut menyebutkan bahwa 1.122 orang tewas dan 3.599 orang terluka akibat serangan tentara Israel sejak saat itu.
"Gencatan senjata" di Gaza mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, menyusul kesepakatan yang ditengahi oleh Amerika Serikat.
(lsi)