LANGIT7.ID-, Istanbul - Aktivis Italia sekaligus kapten kapal Maria Cristina dari rombongan
Global Sumud Flotilla (GSF) memeluk Islam saat ditahan di
penjara Israel.
Tommaso Bortolazzi, 42 tahun, dan ratusan aktivis GSF dari berbagai negara lainnya dicegat
tentara Israel di perairan internasional pada 1 Oktober 2025, dalam pelayarannya menuju Gaza.
Israel menahan peserta GSF, termasuk Bortolazzi dan
mendeportasi beberapa dari mereka pada Sabtu, 4 Oktober 2025.
Baca juga: Tersentuh Drama Sejarah Turki, Wanita Asal Skotlandia Putuskan Ucap SyahadatSetelah dibebaskan, Bortolazzi membagikan pengalamannya selama di tahanan. Ia juga menceritakan keyakinan rekan-rekan aktivis dari Turki yang menginspirasinya untuk menjadi seorang
mualaf.
Video kesaksian kapal asal Italia ini menjadi viral di dunia maya. Dalam video terlihat Bortolazzi mengenakan
keffiyeh, kain ciri khas Palestina, sambil menceritakan pengalaman dan keyakinan barunya.
“Perusahaan saya berasal dari Turki dan hampir semuanya Muslim. Saat mereka sedang salat,
polisi Israel masuk dan menghentikan mereka. Saya merasa perlu untuk menentang hal itu, dan setelah itu, bersama teman saya, saya mengucapkan
Syahadat,” ujarnya kepada Anadolu Agency, dikutip Sabtu (11/10/2025).
Sebelum mengucapkan Syahadat, Tommaso Bortolazzi sempat bertanya “Apakah Tuhan akan menerimanya sebagai seorang Muslim karena ia bertato.”
Rekan Turki-nya, Bakir Devili, meyakinkannya bahwa iman didasarkan pada keyakinan, bukan penampilan, dan membantunya membaca syahadat.
Devili mengatakan Bortolazzi
memeluk Islam saat diangkut dengan kendaraan penjara.
"Dia mengucapkan Syahadat di dalam kendaraan penjara dan menjadi seorang Muslim. Ketika semua orang mengucapkan selamat kepadanya, polisi Israel memasukkannya ke dalam sel," kenang Devili.
Baca juga: Sosok Imam Turki Emre Sahin yang Menginspirasi Warga Jerman Masuk Islam"Saya bilang padanya, 'Tommy, kamu mulai membayar harga untuk Islammu di detik kesepuluh setelah kamu masuk Islam.'"
Bortolazzi menggambarkan pertobatannya sebagai momen pencerahan dan kedamaian batin yang mendalam.
"Rasanya seperti terlahir kembali," katanya.
Sebelum Bortolazzi, aktivis sekaligus Tiktoker AS Mega Rice
memeluk Islam pada November 2023. Perpindahan keyakinan Rice diakuinya karena terinspirasi oleh ketangguhan warga Palestina juga saat dirinya mempelajari Al-Qur'an.
Bulan berikutnya, sekitar 30 perempuan menjadi mualaf di Masjid Meadow Heights di Melbourne, Australia. Lagi-lagi karena tergerak oleh keteguhan iman warga Palestina.
Perang Israel di Gaza, yang dimulai pada 7 Oktober, telah menyebabkan kerusakan besar dan merenggut lebih dari 67.100 nyawa warga sipil, sebagian besar dari mereka adalah perempuan dan anak-anak.
Baca juga: Ayah Miliano Jonathans, Calon Striker Timnas Indonesia, Masuk Islam di 10 Hari Terakhir Ramadan(est)