LANGIT7.ID-Sekadau; Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, kini memiliki Mualaf Learning Center (MLC) Muhammadiyah setelah Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah meresmikannya pada Ahad (19/4). Pusat pembinaan ini dirancang sebagai respons terstruktur atas kebutuhan pendampingan mualaf yang mencakup dimensi keagamaan, sosial, ekonomi, dan psikologis.
Program MLC merupakan inisiatif nasional LDK PP Muhammadiyah yang menyasar berbagai wilayah, mulai dari daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), komunitas suku terpencil, pedalaman, hingga kawasan perkotaan. Kehadiran MLC di Sekadau memperluas jaringan pusat pembinaan mualaf yang sebelumnya telah berdiri di sejumlah provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.
Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, yang memimpin langsung peresmian tersebut, menegaskan bahwa pendampingan mualaf bukan sekadar urusan keagamaan semata. Menurut dia, pembinaan yang utuh mencakup aspek sosial, ekonomi, dan psikologis.
"MLC Muhammadiyah hadir sebagai pusat pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Mualaf perlu didampingi secara utuh agar mampu menjalani kehidupan barunya dengan penuh keyakinan, kemandirian, dan martabat," ujar dia dalam keterangan resmi, Senin (20/4/2026).
Secara teknis, program MLC memberikan pembinaan komprehensif mulai dari penguatan akidah dan praktik ibadah hingga pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Model ini diarahkan agar mualaf tidak hanya kuat secara iman, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan berdaya dalam kehidupan sosial.
Di tingkat lokal, Ketua LDK PWM Kalimantan Barat, Aswan Bahri, berharap MLC Sekadau mampu menjawab kebutuhan komunitas mualaf setempat. Ketua PDM Sekadau, Drs. Sapto Utomo, M.Si., turut menekankan pentingnya sinergi antara Muhammadiyah, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menopang keberhasilan program ini.
Peresmian MLC Sekadau menjadi bagian dari agenda strategis dakwah Muhammadiyah yang menempatkan pemberdayaan mualaf sebagai prioritas jangka panjang, bukan sekadar seremoni penerimaan keislaman.
(lam)