LANGIT7.ID-Bagi atlet profesional di Eropa, menjalankan ibadah puasa Ramadhan di tengah jadwal kompetisi yang menuntut fisik prima merupakan tantangan yang tidak mudah. Namun, bagi Danny Blum, pemain sepak bola asal Jerman yang memeluk Islam pada tahun 2014, pengalaman puasa perdana justru menjadi penemuan baru mengenai batas kekuatan fisik dan kebersihan jiwa. Mantan pemain Eintracht Frankfurt dan Nuremberg ini justru merasakan manfaat kesehatan yang tidak ia duga sebelumnya saat pertama kali menjalankan kewajiban sebagai seorang mualaf.
Danny Blum menceritakan pengalaman spiritual dan fisiknya ini dalam berbagai wawancara dengan media Jerman, salah satunya adalah harian Bild. Ia mengakui bahwa awalnya ia memiliki kekhawatiran mengenai bagaimana tubuhnya akan bereaksi terhadap kekurangan asupan cairan dan nutrisi selama latihan intensif. Namun, setelah menjalani hari-hari pertama, ia justru merasakan perubahan positif. Ia menyebutkan bahwa badannya terasa jauh lebih bersih dan ringan, sebuah sensasi yang membantunya tetap kompetitif di lapangan hijau.
Dalam pengakuannya yang juga dimuat dalam laman resmi Bundesliga dan Al Arabiya, Blum menekankan bahwa Islam memberinya harapan dan kekuatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Puasa perdana tersebut bukan sekadar menahan lapar, melainkan proses detoksifikasi menyeluruh bagi tubuh atletnya. Ia merasa mentalnya menjadi lebih stabil dan fokusnya dalam bertanding meningkat karena disiplin ketat yang diterapkan selama bulan suci tersebut.
Blum juga mengungkapkan bagaimana ia mengatur pola makan saat sahur dan berbuka agar tidak mengganggu performanya. Meskipun harus berlari menempuh jarak jauh dalam setiap pertandingan, ia merasa energi yang ia miliki justru lebih terukur. Pengalaman ini membantunya menepis anggapan bahwa puasa akan melemahkan kondisi fisik seorang olahragawan. Sebaliknya, bagi Blum, kepasrahan dan ketenangan batin yang didapatkan melalui ibadah memberikan dorongan energi tambahan dari sisi psikologis.
Pemain yang dikenal memiliki tendangan kidal yang kuat ini juga mendapatkan dukungan dari lingkungan klubnya. Ia merasa bahwa kejujuran mengenai identitas barunya sebagai seorang Muslim membuatnya merasa lebih tenang. Pengalaman puasa pertama itu menjadi tonggak sejarah dalam karier profesionalnya, di mana ia membuktikan bahwa profesionalisme di lapangan dan ketaatan beragama dapat berjalan beriringan tanpa harus saling mengorbankan.
Kisah Danny Blum menjadi inspirasi bagi banyak orang di Jerman mengenai bagaimana agama dapat memberikan dampak positif pada gaya hidup dan kebugaran. Hingga saat ini, ia dikenal sebagai salah satu pesepak bola yang vokal menceritakan kedamaian yang ia temukan dalam Islam. Baginya, Ramadhan pertama adalah momen kunci yang membersihkan tubuhnya dari racun fisik dan membersihkan hatinya dari kegelisahan masa lalu.
(mif)