LANGIT7.ID-Jakarta; Upaya memperkuat pendampingan keagamaan bagi para mualaf terus didorong melalui kolaborasi berbagai pihak. Salah satunya ditandai dengan dimulainya program pembinaan yang digelar oleh Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia.
Kegiatan bertajuk Kick Off Pembinaan Mualaf ini dilaksanakan di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta pada 26 April. Program tersebut menjadi langkah awal membangun sistem pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan bagi para mualaf.
Sebanyak 100 peserta dari kalangan mualaf di wilayah Kulon Progo mengikuti kegiatan ini. Antusiasme peserta terlihat sepanjang rangkaian acara yang berfokus pada penguatan keimanan sekaligus kehidupan sosial.
Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin dalam program tersebut. Ia menilai sinergi ini penting untuk terus diperluas ke berbagai daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS atas sinergi program ini. Harapannya, kerja sama ini tidak berhenti di sini, tetapi dapat terus berkembang untuk menjangkau lebih banyak mualaf di berbagai daerah,” ujarnya, dikutip dari situs Muhammadiyah, Senin (27/4/2026).
Dalam sesi pembinaan, Muchamad Arifin juga mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi dalam beragama. Ia menekankan bahwa status sebagai mualaf merupakan perjalanan menuju keimanan yang penuh makna.
Ia turut menguraikan nilai-nilai dalam QS. Al-Mukminun sebagai pedoman hidup, mulai dari memperkuat iman, menjaga kekhusyukan shalat, menjauhi hal sia-sia, hingga memperbanyak kepedulian sosial.
Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Pimpinan BAZNAS RI Rizaludin Kurniawan, Ketua LDK PWM DIY Ananto Isworo, Wakil Bendahara PWM DIY Dede Haris Sumarno, serta Ketua LDK PDM Kulon Progo Subandi.
Melalui program ini, diharapkan terbentuk ekosistem pembinaan mualaf yang lebih kuat, konsisten, dan memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas keimanan serta kehidupan para peserta.
(lam)