Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 09 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Terobosan Muhammadiyah, Dirikan Sekolah Islam Berbasis Konservasi di Manokwari

esti setiyowati Selasa, 09 Juni 2026 - 17:04 WIB
Terobosan Muhammadiyah, Dirikan Sekolah Islam Berbasis Konservasi di Manokwari
Terobosan Muhammadiyah, Dirikan Sekolah Islam Berbasis Konservasi di Manokwari. Foto: Suara Muhammadiyah.
LANGIT7.ID-, Manokwari - - Muhammadiyah kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun pendidikan yang berkemajuan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI sekaligus Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, meresmikan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Muhammadiyah Conservation (SMAMCO) Manokwari di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Arfai, Manokwari Selatan, Papua Barat pada Kamis (28/5/2026) lalu.

SMAMCO hadir sebagai sekolah berbasis konservasi pertama di Tanah Air yang memadukan pendidikan, pelestarian lingkungan, nilai-nilai keislaman, serta semangat keberagaman dalam satu ekosistem pembelajaran.

Baca juga: Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Maumere Bisa Bayar UKT dengan Hasil Bumi dan Laut

Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti juga meluncurkan secara resmi Kurikulum Konservasi SMAMCO, sebuah kurikulum inovatif hasil kolaborasi antara EcoBhinneka Muhammadiyah dan WWF-Indonesia.

Kurikulum tersebut dirancang dengan menggabungkan nilai agama, sains modern, dan kearifan lokal masyarakat Papua Barat.

“SMAMCO Manokwari memiliki ciri khas yang sangat baik karena mengintegrasikan pendidikan dengan konservasi lingkungan. Ini selaras dengan arah kebijakan pemerintah dalam membangun generasi yang unggul sekaligus memiliki kesadaran menjaga alam,” tegas Abdul Mu’ti dalam keterangan tertulis dikutip Selasa (9/6/2026).

Ia menambahkan, nilai-nilai agama harus menjadi fondasi dalam membangun kesadaran manusia untuk menjaga bumi sebagai amanah Allah SWT, terutama di tengah ancaman perubahan iklim dan pemanasan global yang semakin nyata.

Konsep tersebut sejalan dengan ajaran Islam yang menempatkan manusia sebagai khalifah fil ardh (pemimpin dan penjaga bumi), yang bertanggung jawab merawat serta melestarikan lingkungan hidup.

Pendidikan Berbasis Islam dan Kearifan Lokal Papua

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua Barat, Mulyadi Djaya, menjelaskan bahwa SMAMCO tidak sekadar hadir sebagai sekolah baru, melainkan sebagai ikhtiar Muhammadiyah menghadirkan model pendidikan yang berpihak pada kelestarian lingkungan dan nilai-nilai kemanusiaan.

Baca juga: Kembangkan Bidang Medis, Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus dan Jarum dengan Teknologi dari Italia

"Sekolah ini dibangun di atas dua kesadaran utama, yaitu kesadaran teologis dan ekologis," kata Mulyadi Djaya.

Kesadaran teologis menjelaskan bahwa manusia memiliki tanggung jawab sebagai khalifah di bumi. Sementara kesadaran ekologis terinspirasi dari falsafah masyarakat Arfak yang menjunjung tinggi kelestarian hutan dan alam sebagai sumber kehidupan.

“Menjaga lingkungan bukan hanya kebutuhan ekologis, tetapi juga bagian dari ibadah dan tanggung jawab keagamaan,” ungkapnya.

Perjalanan berdirinya SMAMCO menjadi kisah inspiratif tersendiri. Sekolah ini dirintis dari bangunan bekas klinik sekitar satu tahun lalu dan kini telah berkembang menjadi kompleks pendidikan dengan 13 bangunan beserta fasilitas pendukungnya.

Menariknya, seluruh proses pembangunan tersebut dilakukan secara gotong royong dan berhasil diselesaikan hanya dalam waktu empat bulan.

Semangat kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pendidikan berkualitas dapat diwujudkan melalui sinergi berbagai pihak, mulai dari Muhammadiyah, pemerintah daerah, organisasi lingkungan, hingga masyarakat setempat.

Baca juga: Muhammadiyah dan Vatikan Jajaki Kerja Sama untuk Hentikan Perang Ekonomi Global

Direktur EcoBhinneka Muhammadiyah, Hening Parlan, menilai bahwa pendidikan lingkungan harus menjadi gerakan bersama lintas generasi dan lintas kelompok masyarakat.

“Krisis iklim dan kerusakan lingkungan tidak bisa diselesaikan hanya dengan teori. Anak-anak harus dibiasakan hidup bersama alam, memahami ekosistemnya, dan membangun kesadaran bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama,” jelasnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 09 Juni 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)