LANGIT7.ID-Lamongan; Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di lingkungan Muhammadiyah agar semakin kompetitif dengan memperkuat legalitas usaha, pemanfaatan teknologi digital, hingga kepemilikan sertifikasi halal.
Upaya tersebut menjadi fokus dalam Pelatihan Digital Marketing dan Pendampingan Legalitas Usaha serta Sertifikasi Halal yang digelar Lembaga Pengembang UMKM PDM Lamongan di Tanjung Kodok Beach Resort, Ahad (24/5/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta yang berasal dari PCM, PCPM, PCNA se-Lamongan, serta para pelaku UMKM.
Melalui agenda tersebut, PDM Lamongan berharap pelaku UMKM Muhammadiyah mampu berkembang lebih profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, serta memiliki fondasi legalitas usaha dan sertifikasi halal yang lebih kuat guna meningkatkan daya saing.
Wakil Ketua PDM Lamongan, Drs. M. Anwar, M.Pd., menilai perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat menjalankan aktivitas, termasuk dalam dunia usaha. Karena itu, warga Muhammadiyah dinilai perlu memanfaatkan perubahan tersebut sebagai peluang untuk memperkuat usaha maupun perjuangan di Persyarikatan.
“37 tahun yang lalu, saya mengawali mengajar di sebuah pesantren, dan pesantren itu baru 3 tahun berdiri (kini jadi pesantren besar), saya ngomong di hadapan murid bahwa kita nanti akan hidup dengan kemudahan karena teknologi, sekarang jadi kenyataan hampir semua jual beli sudah serba online, orang semayanan atau matun atau menyiangi rumput di sawah sudah pakai hp, mereka punya grup WhatsApp,” ujar dia dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).
Ia berharap kemudahan yang hadir lewat perkembangan teknologi dapat memberi dampak positif bagi pengembangan usaha warga Muhammadiyah.
“Semoga kemudahan-kemudahan tersebut menjadikan usaha dan perjuangan kita baik untuk keluarga dan untuk Muhammadiyah menjadi lebih baik dan lebih semangat,” ujar dia.
Dalam sambutannya, M. Anwar juga menegaskan peran pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah sebagai pengabdi sekaligus pelayan umat. Menurutnya, semangat pengabdian tersebut perlu terus diterjemahkan dalam langkah nyata yang memberi manfaat bagi warga.
“Kita di persyarikatan Muhammadiyah ini adalah pengabdi dan kita juga pelayan umat, jika dahulu KH Ahmad Dahlan berpesan kepada kita, Hidup-hidupilah Muhammadiyah dan jangan cari penghidupan di Muhammadiyah, saat ini bisa kita eksplorasi dan kembangkan menjadi jangan biarkan orang kita mati di Muhammadiyah,” ujar dia.
Setelah sambutan dari PDM Lamongan, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari LP-UMKM PWM Jawa Timur yang disampaikan H. Imam Sugiri, ST, MM.
Rangkaian acara kemudian berlanjut ke sesi Bincang UMKM dan pelatihan yang dipandu moderator Musa Kubuwono, SE., MM. Sejumlah narasumber turut hadir dalam sesi tersebut, yakni Anang Taufiq, S.STP., M.Si., Djati Wulan Kusumo, M.Farm., Noval Fuad, serta Setyo Wahyu Sulistyono, SE., M.E.
(lam)