LANGIT7.ID-Jakarta; Gelatin halal produksi dalam negeri menjadi salah satu produk yang paling menarik perhatian Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat meninjau D-8 Halal Expo Indonesia 2026. Menurutnya, produk tersebut berpeluang memenuhi kebutuhan industri nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor apabila kapasitas produksinya mampu ditingkatkan.
"Saya lihat tadi banyak UMKM yang berbasis halal yang saya pikir bisa didorong untuk bisa tumbuh lebih cepat lagi ke depan. Tadi ada satu produk, gelatin halal. Saya pikir kalau ini bisa betul-betul bisa supply banyak harusnya kita bisa menggantikan produk-produk impor tadi. Tapi ini musti diteliti lagi," jelas Menkeu dalam keterangannya, dikutip Selasa (14/7/2026).
Selain melihat potensi produk tertentu, Menkeu menilai pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis halal, memiliki peluang besar untuk berkembang seiring meningkatnya permintaan terhadap produk halal. Karena itu, penguatan ekosistem industri halal dinilai penting agar mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperluas akses pasar.
Upaya tersebut juga dinilai perlu didukung melalui penguatan kerja sama ekonomi syariah di antara negara-negara anggota Developing-8 (D-8). Menurut Menkeu, kolaborasi tersebut dapat membuka peluang perdagangan yang lebih luas sekaligus mendorong investasi yang saling menguntungkan.
"ini kan salah satu kegiatan awal untuk mempererat kerjasama antara negara Islam sehingga ekonomi syariah betul-betul bertumbuh di negara-negara Islam. Jadi kita akan tingkatkan terus kerjasama dengan D-8 termasuk mengundang investornya dan mengirimkan investor kita ke sana kalau diperlukan.," kata Menkeu.
Pernyataan tersebut disampaikan Menkeu usai mengunjungi D-8 Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 di Senayan Tennis Indoor Complex, Jakarta, Rabu (8/7). Dalam kunjungannya, ia berkeliling ke sejumlah tenant dan berdialog langsung dengan para pelaku usaha untuk melihat perkembangan industri halal sekaligus mendengarkan peluang dan tantangan yang mereka hadapi.
Menkeu menilai penyelenggaraan D-8 Halal Expo Indonesia menjadi wadah strategis untuk mempererat kerja sama antarnegara Islam sekaligus mempromosikan produk halal Indonesia ke pasar internasional.
“Ini saya baru mengunjungi pameran showcase halal. Saya pikir ini bagus untuk mempererat kerja sama antar negara Islam dan mempromosikan produksi halal Indonesia dengan negara itu secara timbal balik.” ujar Menkeu.
Sebagai informasi, D-8 Halal Expo Indonesia 2026 berlangsung pada 8–12 Juli 2026 sebagai ajang promosi, perdagangan, dan kolaborasi industri halal yang mempertemukan pelaku usaha, investor, serta mitra bisnis dari negara-negara anggota D-8. Pameran tersebut menghadirkan lebih dari 100 tenant, paviliun internasional, business matching, media center, festival kuliner, dan pertunjukan budaya. Kegiatan itu diharapkan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain penting dalam pengembangan industri halal global.
(lam)