Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 08 Juni 2026
home masjid detail berita

Mualaf Muda Gwilym Pue Jalani Puasa Perdana Selama 18 Jam di Inggris Utara

miftah yusufpati Kamis, 12 Maret 2026 - 15:48 WIB
Mualaf Muda Gwilym Pue Jalani Puasa Perdana Selama 18 Jam di Inggris Utara
Kisah Gwilym Pue menjadi inspirasi bagi banyak mualaf muda di negara-negara Barat yang menghadapi kondisi lingkungan serupa. Ilustrasi AI
LANGIT7.ID-Bagi Gwilym Pue, seorang pemuda asal Inggris, Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar, melainkan sebuah ujian ketahanan fisik dan mental yang luar biasa. Sebagai seorang mualaf yang tinggal di wilayah utara Inggris, ia harus menghadapi kenyataan geografis yang menantang: durasi puasa yang mencapai 18 jam sehari. Pengalaman puasa perdana ini menjadi catatan sejarah penting dalam perjalanan hidupnya setelah memutuskan untuk memeluk agama Islam di usia muda.

Dalam sebuah wawancara yang dirilis oleh media BBC dan dilansir oleh kanal berita lokal Inggris, Gwilym menceritakan bahwa transisi menjadi seorang Muslim membawanya pada gaya hidup yang sepenuhnya baru. Di wilayah tempat tinggalnya, matahari terbit sangat awal dan terbenam sangat lambat saat musim semi menuju musim panas. Hal ini membuat jeda antara waktu sahur dan berbuka menjadi sangat panjang. Ia mengakui bahwa pada hari-hari pertama, rasa lelah dan haus sempat menjadi tantangan besar, terutama saat ia harus tetap menjalankan aktivitas kesehariannya.

Meskipun menghadapi tantangan durasi yang ekstrem, Gwilym mengungkapkan bahwa ada kedamaian batin yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Ia merasa bahwa rasa lapar yang ia rasakan justru membantunya untuk lebih berempati terhadap penderitaan orang-orang yang kurang beruntung di berbagai belahan dunia. Baginya, setiap menit yang ia lalui dalam puasa 18 jam tersebut adalah bentuk komunikasi spiritual yang mendalam dengan Sang Pencipta.

Salah satu hal yang paling membantunya melalui Ramadhan pertama adalah dukungan dari komunitas Muslim lokal di Inggris Utara. Gwilym menceritakan pengalaman hangat saat diundang berbuka puasa di masjid setempat dan rumah rekan-rekan barunya. Rasa persaudaraan dan kebersamaan saat menyantap hidangan buka puasa membuatnya merasa tidak sendirian dalam menjalani ujian tersebut. Solidaritas inilah yang menurutnya menjadi energi tambahan untuk menyelesaikan puasa hingga akhir bulan.

Gwilym juga menyoroti pentingnya persiapan mental dan pengaturan pola makan saat sahur agar tetap bertenaga sepanjang hari. Ia belajar untuk lebih disiplin dalam mengelola waktu dan menjaga kualitas ibadahnya. Baginya, Ramadhan bukan hanya soal durasi waktu yang panjang, melainkan soal bagaimana seorang individu mampu mengendalikan hawa nafsu dan meningkatkan kualitas kesabaran dalam situasi yang sulit sekalipun.

Kisah Gwilym Pue menjadi inspirasi bagi banyak mualaf muda di negara-negara Barat yang menghadapi kondisi lingkungan serupa. Melalui puasa perdana yang penuh tantangan ini, Gwilym membuktikan bahwa keyakinan yang kuat mampu melampaui batas-batas fisik yang berat. Ia menutup kisahnya dengan menyatakan bahwa ia merasa jauh lebih kuat dan lebih tenang setelah berhasil melewati bulan suci pertamanya sebagai seorang Muslim.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 08 Juni 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)