LANGIT7.ID - Kuala Lumpur - Perdana Menteri Datuk Seri
Anwar Ibrahim menyebut tuduhan Israel bahwa aktivis
Global Sumud Flotilla (GSF) adalah
teroris sebagai penghinaan.
Hal tersebut disampaikan
PM Anwar Ibrahim menanggapi pernyataan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, yang menuduh para aktivis
GSF, termasuk warga Malaysia, yang ditahan rezim sebagai teroris.
Anwar mengatakan pelayaran
GSF ke Gaza adalah
misi kemanusiaan yang bertujuan membantu
rakyat Palestina yang ditindas oleh rezim Zionis.
Baca juga: Kapal Flotilla Gaza yang Dicegat Israel Kini Berlabuh di Siprus, Aktivis Dunia Masih BerjuangIa kemudian menyebut balik Israel sebagai
teroris sesungguhnya.
"Suara siapa ini? Dari
teroris Israel,
teroris terbesar. Para peserta (GSF) ini tidak membawa senjata, tidak membunuh siapa pun,"
"Mereka membawa makanan, minuman, dan obat-obatan. Bagaimana mungkin
GSF disebut teroris? Ini pernyataan yang penghinaan," ujarnya kepada wartawan setelah melaksanakan salat Jumat di Masjid Al-Khadijah, dikutip dari The Star, Sabtu (4/10/2025).
Anwar juga mengungkapkan bahwa ia telah menerima informasi bahwa para relawan Malaysia dalam misi
GSF tetap bersemangat meski ditahan Israel.
Ia mengatakan para aktivis telah berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan kesadaran global akan kekejaman Zionis.
"Meskipun beberapa orang mengatakan mereka tidak berhasil mencapai Gaza, perlu dipahami bahwa mereka sedang menghadapi rezim pendudukan yang brutal," kata Anwar.
"Apa yang mereka alami telah membuka mata ratusan juta orang di seluruh dunia. Mereka berkorban, menerjang ombak di laut, menghadapi ketidakpastian akan keselamatan mereka, dan bahkan semua ponsel mereka dibuang ke laut," tambahnya.
Baca juga: Kapal Terakhir Menuju Gaza Dicegat Israel, Gelombang Protes Dunia MeletusDiketahui, pada Kamis ((2/10/2025), Direktur Jenderal Pusat Komando Sumud Nusantara, Datuk Dr. Sani Araby Abdul Alim Araby, mengonfirmasi bahwa 23 aktivis Malaysia ditahan oleh
tentara Israel.
Komunikasi dengan para aktivis Malaysia di GSF terputus dan rekaman video menunjukkan penahanan mereka.
Warga Malaysia yang ditahan antara lain, penyanyi Heliza Helmi dan saudara perempuannya, Nur Hazwani Afiqah, yang berada di kapal Hio; Nurfarahin Romli dan Nazran Murad dari Denmark (Grande Blu); penyanyi Zizi Kirana (Huga); Musa Nuwayri, Iylia Balqis dan Sul Aidil (Alma); Haikal Abdullah, Muaz Zainal, Zulfadhli Khiduddin dan Rusydi Ramli (Sirius).
Razali Awang (Inana); influencer Nurul Hidayah Mohd Amin, juga dikenal sebagai Ardell Aryana (Mikeno); PU Rahmat, Norhelmi Ab Ghani, Mohd Asmawi Mukhtar dan Norazman Ishak (Estrella); Zainal Rashid dan Ustaz Muhammad (Wanita Cantik); serta Muhammad Hareez Adzrami (juga dikenal sebagai Haroqs), Muhd Haikal Luqman Zulkefli dan Taufiq Mohd Razif (Free Willy).
GSF, yang terdiri dari lebih dari 500 aktivis dari 44 negara, berlayar menuju Gaza sebagai simbol solidaritas dan upaya untuk mematahkan blokade Israel.
Misi kemanusiaan ini menarik perhatian global dengan partisipasi tokoh-tokoh internasional, termasuk aktivis iklim Greta Thunberg, aktris Hollywood Susan Sarandon, dan cucu Nelson Mandela, Mandela Mandela. (Sumber: Bernama/The Star).
Baca juga: Tentara Israel Cegat 39 Kapal Bantuan Kemanusiaan ke Gaza(est)