LANGIT7.ID, Putrajaya,- -
Pemerintah Malaysia mengeluarkan kebijakan pada
kementerian, badan pemerintahan, dan
perusaahaan terkait pemerintah untuk tidak menggelar
open house Idulfitri 1447 H/2026. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya untuk menekan pengeluaran di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Perdana Menteri
Datuk Seri Anwar Ibrahim mengatakan keputusan tersebut disepakati dalam rapat Kabinet pada Rabu (11/3/2026), yang dimaksudkan untuk menandakan perlunya disiplin fiskal yang lebih besar di seluruh sektor publik.
“Sebagai tanda bahwa kepemimpinan harus mulai mengambil langkah-langkah yang lebih positif, saya telah memutuskan bersama Kabinet bahwa semua badan pemerintah, BUMN, dan BUMN tidak akan menyelenggarakan perayaan open house
Idulfitri,” katanya pada konferensi pers khusus, yang disiarkan langsung di halaman Facebook-nya.
Baca juga: Hadiri Open House Prabowo, LaNyalla Nostalgia Saat di Gerindra“Ini mengirimkan pesan bahwa pengeluaran harus lebih bijaksana dan moderat.”
Anwar mengatakan langkah ini diperlukan meskipun pasokan barang-barang penting Malaysia seperti minyak dan gas tetap stabil untuk saat ini.
Ia mengatakan pemerintah lebih memilih untuk mengambil tindakan pencegahan dini daripada mengambil risiko tidak siap jika situasi global memburuk.
“Ini adalah langkah yang bijaksana agar kita tidak terjebak dalam situasi yang lebih parah di kemudian hari. Lebih baik bagi kita untuk mengadopsi pendekatan yang lebih moderat dan bertanggung jawab,” katanya.
Selain itu,
Anwar mengatakan para menteri, pejabat pemerintah, dan departemen juga akan menghadapi pembatasan perjalanan ke luar negeri.
Ia mengatakan kunjungan ke luar negeri hanya akan diizinkan untuk pertemuan yang sudah dijadwalkan dan dianggap penting.
Baca juga: Jelang Ramadhan, Ini 5 Tips Dekorasi Rumah Persiapan Open House Lebaran“Para menteri dan seluruh administrasi, termasuk departemen pemerintah, akan dibatasi perjalanan ke luar negerinya, kecuali untuk pertemuan yang sudah dijadwalkan dan wajib dihadiri,” katanya.
Perdana menteri menambahkan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan global secara cermat, terutama karena ketegangan geopolitik baru-baru ini telah mengganggu pasar energi global.
Rapat Kabinet khusus telah dijadwalkan pada pagi hari tanggal 13 Maret untuk menilai posisi fiskal negara dan mengevaluasi potensi dampak ekonomi dari situasi yang sedang berlangsung.
Rapat tersebut juga akan memungkinkan para menteri untuk menentukan arah kebijakan dan langkah-langkah lebih lanjut yang mungkin perlu diterapkan pemerintah dalam beberapa minggu mendatang.(Sumber: Malaysia Mail)
(est)