Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 Juli 2026
home global news detail berita

Menilik Sejarah Sengketa Pulau Sebatik antara Indonesia dan Malaysia

lusi mahgriefie Jum'at, 17 April 2026 - 18:04 WIB
Menilik Sejarah Sengketa Pulau Sebatik antara Indonesia dan Malaysia
Foto: ist
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Malaysia baru saja menyerahkan 127,3 hektare wilayah miliknya di Pulau Sebatik ke Republik Indonesia (RI) melalui kesepakatan diplomasi tentang batas wilayah di pulau tersebut. Namun sebelum hal ini disepakati, ternyata ada sejarah panjang mengenai sengketa Pulau Sebatik yang menarik untuk disimak.

Pulau Sebatik adalah sebuah daerah yang berada di perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Secara administratif, pulau ini dikuasai oleh 2 negara; Sebatik bagian utara di kuasai oleh Kerajaan Malaysia, dan Sebatik bagian selatan dikuasai Republik Indonesia.

Berakar dari warisan kolonial, di mana Inggris (Malaysia) dan Belanda (Indonesia) membagi pulau ini berdasarkan Konvensi London tahun 1891. Di situ disepakati adanya pemisahan wilayah utara dan selatan Pulau Sebatik dengan adanya pemasangan pilar sebagai batas antara Inggris dan Belanda pada 1912-1913.

Sebatik Indonesia memiliki batas-batas:
- Utara: Sebatik Malaysia
- Timur: Laut Sulawesi
- Selatan: Selat Sebatik
- Barat: Selat Sebatik

Sebatik Malaysia memiliki batas-batas:
- Utara: Kota Tawau
- Timur: Laut Sulawesi
- Selatan: Sebatik Indonesia
- Barat: Selat Sebatik

Berjalan waktu, setelah Belanda angkat kaki di Tanah Air, sesuai dengan perjanjian konvensi tersebut yaitu semua wilayah Sebatik yang dikuasai oleh Belanda diambil oleh Indonesia, dan semua wilayah Sebatik yang dikuasai oleh Inggris diambil oleh Malaysia.

Wilayah Sebatik Indonesia masuk dalam wilayah Provinsi Kalimantan Utara, dan Wilayah Sebatik Malaysia masuk dalam Negara Bagian Sabah.

Mayoritas penduduk Pulau Sebatik bersuku Bugis. Dan orang pertama yang datang ke Pulau Sebatik adalah Ambo Emmang dari Suku Bugis. Ia berasal dari Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Seluas 127,3 Hektare Pulau Sebatik Wilayah Malaysia Kini Masuk Kedaulatan RI

Asal Usul Nama Pulau Sebatik

Berasal dari pemberian nama Tim Ekspedisi Belanda, yang pada saat berkuasanya meneliti di Sebatik dan menemukan ular besar sejenis Sanca.

Masyarakat yang mengikuti ekspedisi tersebut menyebut ular yang ditemukan dengan ular "Sawa Batik" dan pada saat itu Belanda menyebutnya "Sebettik" dan kemudian berangsur-angsur berubah penyebutan hingga menjadi "Sebatik".

Awal Mula Sengketa Pulau Sebatik

Seperti disebutkan sebelumnya, bahwa pembagian Pulau Sebatik berdasarkan Konvensi London 1891 yang memisahkan wilayah utara dan selatan. Namun ketidakjelasan koordinat, perbedaan interpretasi perbatasan, serta konfrontasi 1963-1966 memperpanjang konflik ini.

Konon Sebatik adalah salah satu tempat di mana terjadi pertempuran hebat antara pasukan Indonesia dan Malaysia saat terjadinya "Konfrontasi".

Berikut adalah poin-poin penting sejarah sengketa Pulau Sebatik:

1. Warisan Kolonial

Pembagian didasarkan pada Konvensi 1891 dan pemasangan pilar batas antara Inggris dan Belanda pada 1912-1913, yang kemudian diwarisi oleh Indonesia dan Malaysia.

2. Kondisi Wilayah

Pulau Sebatik terbagi dua yaitu wilayah utara (Sabah, Malaysia) dan wilayah selatan (Nunukan, Indonesia).

3. Akar Konflik

Perbedaan interpretasi pada perjanjian lama dan teknologi pengukuran yang berbeda antara dulu dan sekarang menimbulkan ketidakpastian batas fisik, terutama di area yang berpotensi memiliki nilai strategis.

4. Ketegangan (Konfrontasi)

Konflik sempat memuncak pada tahun 1963-1966 (Konfrontasi Indonesia-Malaysia) yang berdampak langsung pada perbatasan ini.

5. Outstanding Boundary Problems (OBP)

Pulau Sebatik merupakan salah satu dari beberapa OBP di mana garis batas negara masih belum disepakati secara final di lapangan, sering dikaitkan dengan sengketa maritim seperti Blok Ambalat.

6. Penyelesaian Terkini: Pada tahun 2026, dilaporkan adanya penyelesaian tuntas di mana 127,3 hektar lahan di perbatasan yang sebelumnya diperdebatkan kini dikonfirmasi menjadi bagian dari wilayah Indonesia melalui jalur diplomasi damai.

Pulau Sebatik kini menjadi salah satu pintu strategis hubungan perbatasan antara Indonesia dan Malaysia.

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan