LANGIT7.ID-, Sidney - Terjadi
penembakan massal di pantai Bondi, Sydney,
Australia pada Minggu (14/12), saat perayaan Hanukkah. Serangan itu menewaskan 15 orang, termasuk salah satu pelaku. Menurut
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, ini merupakan tindakan kejahatan murni.
"Apa yang kita saksikan kemarin adalah tindakan kejahatan murni, tindakan antisemitisme, tindakan terorisme di pantai kita di lokasi ikonik Australia, Pantai Bondi, yang identik dengan kegembiraan, identik dengan keluarga yang berkumpul, identik dengan perayaan," kata
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, Senin (15/12/2025), melansir
apnews.com.Dua pria yang disebut sebagai pelaku membawa senjata dan melepaskan tembakan saat perayaan Hanukkah di pantai Bondi, Sydney yang menewaskan 15 orang, termasuk seorang anak, kata para pejabat setempat.
Para pelaku penembakan di acara perayaan kaum Yahudi itu adalah ayah dan anak, kata pihak berwenang.
Pembantaian di salah satu pantai paling populer di Australia ini terjadi setelah gelombang serangan anti-Semit yang telah mengguncang negara itu selama setahun terakhir, meskipun pihak berwenang tidak menyatakan bahwa serangan-serangan tersebut dan penembakan pada hari Minggu itu saling terkait.
Baca juga: Pelaku Ditangkap, Serangan Mobil di Kanada Dipastikan Bukan Aksi Terorisme
Ini adalah penembakan paling mematikan dalam hampir tiga dekade di negara dengan undang-undang pengendalian senjata yang ketat.
Salah satu pelaku, seorang pria berusia 50 tahun, ditembak mati oleh polisi. Pelaku lainnya, putranya yang berusia 24 tahun, terluka dan sedang dirawat di rumah sakit, kata Mal Lanyon, Komisaris Polisi New South Wales.
Polisi mengatakan, salah satu pelaku penembakan dikenal oleh dinas keamanan, tetapi Lanyon mengatakan pihak berwenang tidak memiliki indikasi adanya serangan yang direncanakan.
Para korban tewas berusia antara 10 dan 87 tahun, kata Perdana Menteri New South Wales Chris Minns kepada wartawan. Setidaknya 42 orang lainnya dirawat di rumah sakit pada Senin pagi, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.
Polisi mengatakan, peristiwa terjadi di Minggu sore, dimana layanan darurat dipanggil sekira pukul 6:45 sore berupa laporan tentang tembakan yang dilepaskan. Video dari saksi mata menunjukkan orang-orang yang mengenakan pakaian renang berlari dari air saat tembakan terdengar.
Perdana Menteri Albanese bersumpah bahwa kekerasan tersebut akan ditanggapi dengan "momen persatuan nasional di mana warga Australia secara keseluruhan akan merangkul sesama warga Australia yang beragama Yahudi."
Baca juga: Lima PMI Jadi Korban Penembakan di Malaysia, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim InvestigasiBeberapa lawan politiknya dan pemerintah Israel menuduhnya tidak berbuat cukup untuk mencegah kengerian tersebut.
Australia, negara dengan 28 juta penduduk, adalah rumah bagi sekira 117.000 orang Yahudi, menurut angka resmi. Insiden anti-Semit, termasuk penyerangan, vandalisme, ancaman, dan intimidasi, meningkat lebih dari tiga kali lipat di negara itu selama tahun setelah Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober 2023, dan Israel melancarkan perang terhadap Hamas di Gaza sebagai tanggapan, seperti yang dilaporkan oleh Utusan Khusus pemerintah untuk Memerangi Anti-Semitisme, Jillian Segal, pada bulan Juli.
Tahun lalu, negara itu diguncang oleh serangan anti-Semit di Sydney dan Melbourne. Sinagoge dan mobil dibakar, bisnis dan rumah dicoret-coret, dan orang Yahudi diserang di kota-kota tersebut, tempat 85% populasi Yahudi negara itu tinggal. (*/lsi/APNews)
(lsi)