Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 25 Mei 2026
home global news detail berita

Kota Kecil di Australia dengan Populasi 5 Orang Dijual Online, Berminat?

lusi mahgriefie Sabtu, 31 Januari 2026 - 17:32 WIB
Kota Kecil di Australia dengan Populasi 5 Orang Dijual Online, Berminat?
Licola terletak di tepi Sungai Macalister di wilayah Gippsland. Foto: Getty Image/BBC
LANGIT7.ID-, Australia - Sebuah kota kecil di Australia bernama Licola dijual secara online. Dengan populasi yang hanya lima orang itu, lokasi Licola berada tersembunyi di tengah hutan Victoria yang terjal.

Meski kota kecil namun layaknya kota pada umumnya, di sana terdiri dari beberapa bangunan kayu, toko umum, taman karavan, dan pom bensin yang berkelompok di sekitar jalan utama yang sederhana.

Seluruh desa, yang berjarak tiga jam perjalanan dari kota Melbourne itu kini dijual. Disebutkan, apabila Anda memiliki beberapa juta dolar lebih, Anda dapat membelinya. Namun hal ini tentunya mengejutkan dan membuat marah penduduk setempat yang sangat kompak.

Melansir BBC, Dimiliki secara pribadi oleh klub komunitas lokal, Licola telah lama menjadi tempat peristirahatan yang terjamin untuk mengisi bahan bakar, makan, dan beristirahat bagi para pelancong yang menuju Taman Nasional Alpine. Kota ini juga memiliki sejarah 50 tahun dalam menyelenggarakan program-program penjangkauan untuk kaum muda.

Namun, cabang lokal Lions Club mengatakan mereka tidak mampu lagi mengelola kota ini, dan akhir tahun lalu diam-diam memasarkannya secara online.

Baca juga: Australia Larang Medsos untuk Anak Tapi Gim Daring Lolos, Psikiater: Aneh, Padahal Risiko Serupa

Penjualan tersebut seakan "menabuh gendering perang" terhadap beberapa penduduk Licola yang bersemangat, warga setempat di daerah sekitarnya, dan bahkan anggota Lions Club negara bagian lainnya, yang mengatakan bahwa mereka tidak dikonsultasikan secara adil dan sekarang memiliki kekhawatiran besar tentang masa depan kota tersebut.

Sejarah Kota Licola

Licola yang terletak di tepi Sungai Macalister di dataran tinggi Victoria, awalnya adalah sebuah pabrik kayu, dibangun pada tahun 1950-an dengan beberapa bangunan untuk para pekerja di sana.

Setelah ditutup pada tahun 1968, Lions Club mengakuisisi seluruh lahan tersebut dan mengubahnya menjadi sebuah perkemahan tempat anak-anak dan remaja kurang mampu, serta kelompok dengan kebutuhan khusus, dapat tinggal selama liburan sekolah.

Tepat di dekat perkemahan, mereka juga membeli lahan yang sekarang menjadi toko serba ada Licola dan Taman Karavan Licola.

Saat ini, Leanne O'Donnell, yang mengelola toko serba ada Licola, dan keluarganya adalah satu-satunya penduduk tetap di kota itu. Ia tinggal di sana bersama salah satu anaknya, sahabat dan kedua anaknya.

"Ini adalah tempat yang luar biasa," kata O'Donnell kepada BBC. "Ketika saya pertama kali pindah ke sini, orang-orang akan datang ke toko saya dan berkata, 'Anda tidak akan menghasilkan jutaan dolar di Licola.'" Dan saya akan berkata, 'Siapa bilang saya di sini untuk menghasilkan satu juta dolar?'"

Baca juga: China Bikin Proyek Kolosal 24 Kilometer Pulau Buatan, Jembatan Raksasa, dan Terowongan Bawah Laut Hubungkan Shenzhen ke Zhongshan

O'Donnell membeli bisnis tersebut pada tahun 2022 tetapi tidak memiliki bangunan-bangunan tersebut. Ia menandatangani perjanjian sewa yang menurutnya akan diperpanjang hingga jangka waktu 15 tahun.

Sejak awal, O'Donnell ingin Licola menjadi "rumah kedua" bagi orang-orang. Hampir setiap orang yang mengunjungi, bekerja, atau melewati Licola memiliki nomor telepon O'Donnell, bahkan pengemudi truk dan petugas Pemadam Kebakaran Pedesaan.

Ia begitu bersemangat menjaga kota ini bahkan aktif untuk komunitas di sana, namun sayangnya kini Ia malah mengalami penggusuran.

Kota Kecil di Australia dengan Populasi 5 Orang Dijual Online, Berminat? (Leanne O'Donnell, kedua dari kiri, berdiri di depan tokonya di Licola)

Menurut pengakuannya, pertama kali dirinya tahu Licola akan dijual pada Januari 2025 yakni dari Dewan Lions Village Licola, yang ditunjuk untuk mengelola kota tersebut atas nama badan amal.

"Mereka memberi tahu saya bahwa bisnis mereka telah merugi selama lima atau enam tahun terakhir dan saya bertanya kepada mereka, 'jadi bagaimana saya bisa membantu Anda?'," kata O'Donnell. Jawabannya adalah, "kecuali Anda mendapatkan beberapa juta dolar, tidak banyak yang bisa Anda lakukan."

Dewan Lions Village Licola sendiri mengatakan, kepemilikan desa tersebut oleh Lions Club tidak lagi berkelanjutan, dengan menyebutkan kenaikan biaya dan harga asuransi, akomodasi yang sudah tua, dan penurunan jumlah siswa yang mengikuti sekolah dan perkemahan sebagai alasan utama.

"Keputusan untuk menjual tidak dibuat dengan mudah," kata pernyataan itu.

Dewan juga mengatakan dalam pernyataan mereka bahwa sewa O'Donnell "tidak diperpanjang untuk mengkonsolidasikan pendapatan selama periode tekanan keuangan". O'Donnell telah diberitahu bahwa dia harus mengosongkan tempat tersebut paling lambat tanggal 31 Januari tahun ini.

Mereka menyebutkan bahwa peminat desa ini terbilang cukup besar.

Tak berselang lama, sebuah petisi daring untuk menyelamatkan toko milik O'Donnell pun muncul. Petisi berbunyi "memperbarui sewa dan membiarkan Leanne (O'Donnell) tetap tinggal", telah mendapatkan lebih dari 8.000 tanda tangan. (*/lsi/bbc)

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 25 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)