LANGIT7.ID-, Sidney - Sebuah aksi heroik dilakukan seorang pria pemilik toko buah bernama Ahmed al Ahmed hingga dijuluki sebagai "pahlawan sejati". Ia berhasil merebut senjata yang digunakan pelaku saat melakukan
penembakan massal di Pantai Bondi, Sidney, Minggu (14/12) sore.
Upaya Ahmed al Ahmed (43) merebut senapan dari terduga pelaku
penembakan yang menewaskan 15 orang itu terekam kamera. Aksi ayah dua anak tersebut berhasil menyelamatkan banyak nyawa lainnya.
Dalam sebuah video di lokasi kejadian yaitu di Pantai Bondi, menunjukkan salah satu pelaku penembakan mengenakan kemeja hitam dan celana putih, memegang tas hitam dan berdiri di samping dua tempat sampah di dekat tempat parkir Campbell Parade, sambil menembak ke arah kerumunan yang berkumpul di halaman rumput di dekatnya.
Ahmed, mengenakan kemeja putih atau biru muda dan celana hitam, bergerak menuju pelaku penembakan melalui tempat parkir, berjongkok di belakang mobil yang terparkir sambil merayap sedekat mungkin ke pelaku penembakan, namun tetap tidak terlihat.
Baca juga: Penembakan Massal di Pantai Bondi, Sidney Tewaskan 15 Orang dan 42 Orang TerlukaBegitu cukup dekat, ia menerkam, merangkul penembak itu dan bergulat dengannya sampai ia berhasil merebut senapan dari tangannya. Penembak itu kemudian jatuh terlentang ke tanah saat Ahmed mengambil senapan dan mengarahkannya ke arahnya.
Penembak itu kemudian mundur, berjalan menuju jembatan penyeberangan parkir mobil, tempat penembak lainnya masih berada.
Ahmed meletakkan senapan di dekat pohon dan mundur. Saat rekaman berlanjut, seorang saksi mata lain terlihat mengejar penembak itu, melemparkan sesuatu ke arahnya saat ia berjalan menuju jembatan.
Rekaman lain dari tempat kejadian menunjukkan penembak itu kemudian bergabung kembali dengan penyerang lainnya di jembatan. Setelah memasuki garis tembak dengan risiko pribadi yang besar untuk menyelamatkan nyawa, Ahmed kemudian ditembak dua kali, menderita luka tembak di lengan atas dan tangannya.
Usai rekaman tersebut disiarkan di televisi Australia, seorang kerabat dekat Ahmed berhasil mengidentifikasinya. Kini Ahmed tengah menjalani penanganan intensif di rumah sakit akibat dua luka tembak.
Baca juga: Erdogan Minta Trump Turun Tangan Hentikan Penembakan di Lokasi Bantuan GazaSepupu Ahmed, yang hanya diidentifikasi sebagai Mustafa, berbicara kepada Herald di luar Rumah Sakit St George, tempat Ahmed menjalani operasi. Mustafa membenarkan bahwa sepupunya telah melawan penembak dan kemudian menderita luka tembak di lengan atas dan tangannya.
"Saya harap dia baik-baik saja, saya melihatnya tadi malam, dan dia tidak baik-baik saja, tetapi kami menunggu untuk melihat apa yang dikatakan dokter. Apakah mereka akan melakukan operasi sekarang atau nanti, saya tidak yakin," katanya pada Senin pagi.
"Saya baru saja mendapat telepon dari dokter, dan saya akan menemuinya. Saya tidak dapat memberikan informasi terbaru sampai saya menemuinya."
Mostafa mengatakan sepupunya itu tak diragukan lagi adalah seorang pahlawan. "Tentu saja, dia adalah seorang pahlawan. Dia rela mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan orang lain."
"Saya harap semua orang di Australia mendoakan [agar semuanya berjalan lancar untuk] Ahmed dan agar dia bisa kembali ke keluarganya. Dia memiliki dua anak perempuan, berusia lima dan enam tahun. Saya belum berbicara dengan keluarganya karena saya berada di sini hingga larut malam kemarin, bahkan sampai sekarang pun saya belum tidur," ujar Mustafa.
Atas aksi Ahmed yang berani itu, Perdana Menteri New South Wales Chris Minns menyebut Ahmed sebagai "pahlawan sejati." (*/lsi/apnews/thesidneymorningherald)
(lsi)