LANGIT7.ID-, Australia - Meta mulai menghapus akun anak-anak Australia berusia di bawah 16 tahun, dari platform Instagram, Facebook, dan Threads. Tindakan ini dilakukan lebih awal, tepatnya satu minggu sebelum aturan mengenai
larangan menggunakan media sosial untuk anak-anak diberlakukan.
Sebelumnya, raksasa teknologi ini telah memberi pengumuman di bulan lalu bahwa mereka akan menutup akun
media sosial dengan pengguna berusia antara 13 hingga 15 tahun. Diperkirakan 150.000 pengguna Facebook dan 350.000 akun Instagram akan terdampak. Threads, serupa dengan X, hanya dapat diakses melalui akun Instagram.
Larangan media sosial pertama yang diberlakukan di
Australia ini, merupakan yang pertama di dunia. Dimulai pada 10 Desember, dengan penetapan denda hingga A$49,5 juta atau USD33 juta bagi mereka yang melanggar.
Juru bicara Meta mengatakan, bahwa kepatuhan terhadap hukum akan menjadi proses yang berkelanjutan dan berlapis.
"Meskipun Meta berkomitmen untuk mematuhi hukum, kami yakin diperlukan pendekatan yang lebih efektif, terstandarisasi, dan menjaga privasi," ujarnya, mengutip
BBC, Jumat (5/12/2025).
Pemerintah harus mewajibkan toko aplikasi untuk memverifikasi usia pengguna ketika mereka mengunduh aplikasi dan meminta persetujuan orang tua untuk pengguna di bawah 16 tahun, kata Meta.
Baca juga: Beberapa Negara di Dunia Mulai Ikuti Jejak Australia Soal Larangan Medsos untuk AnakBulan lalu, Meta mengatakan pengguna yang diidentifikasi berusia di bawah 16 tahun akan dapat mengunduh dan menyimpan unggahan, video, dan pesan mereka sebelum akun mereka dinonaktifkan.
Remaja yang merasa telah salah dikategorikan sebagai pengguna di bawah 16 tahun dapat meminta peninjauan dan mengirimkan "video selfie" untuk memverifikasi usia mereka. Mereka juga dapat menunjukkan SIM atau kartu identitas yang dikeluarkan pemerintah.
Selain tiga platform Meta, situs media sosial lain yang terdampak larangan tersebut adalah YouTube, X, TikTok, Snapchat, Reddit, Kick, dan Twitch.
Meski menuai pro dan kontra, namun Pemerintah Australia mengatakan aturan ini ditetapkan bukan tanpa alasan melainkan bertujuan untuk melindungi anak-anak dari bahaya media sosial.
Sementara pihak yang kontra mengatakan langkah tersebut dapat mengisolasi kelompok-kelompok tertentu yang bergantung pada platform untuk terhubung dan mendorong anak-anak ke sudut-sudut internet yang kurang diatur.
Perlindungan Terhadap Gen AlphaMenteri Komunikasi Anika Wells mengatakan, ia memperkirakan akan ada masalah awal dalam beberapa hari dan minggu pertama larangan tersebut, tetapi ini tentang melindungi Generasi Alpha atau siapa pun yang berusia di bawah 15 tahun, dan generasi mendatang.
"Dengan satu undang-undang, kita dapat melindungi Generasi Alpha agar tidak terseret ke dalam api penyucian oleh algoritma predator yang digambarkan oleh orang yang menciptakan fitur tersebut sebagai kokain perilaku," kata Wells.
Ia menggambarkan anak-anak muda terhubung dengan "tetesan dopamin" sejak mereka memiliki ponsel pintar dan akun media sosial.
Baca juga: Berkali-kali Ditolak di Medsos, Pria Ini Nekat Tembak Tiktoker Sana Yousaf Hingga TewasWells juga mengatakan bahwa ia sedang memantau secara ketat aplikasi-aplikasi yang kurang dikenal seperti Lemon8 - yang diciptakan oleh pengembang TikTok-dan Yope untuk melihat apakah anak-anak beralih ke platform tersebut setelah pelarangan berlaku.
Awal pekan ini, Komisioner eSafety Australia, Julie Inman Grant, menulis surat kepada Lemon8 dan Yope, keduanya merupakan aplikasi berbagi video dan foto, meminta mereka untuk melakukan penilaian mandiri apakah mereka termasuk dalam larangan tersebut.
CEO dan salah satu pendiri Yope, Bahram Ismailau, mengatakan bahwa perusahaan rintisan tersebut belum menerima pertanyaan apa pun dari Inman Grant, tetapi telah melakukan penilaian mandiri dan menemukan bahwa Yope bukanlah platform media sosial.
"Karena dalam praktiknya, Yope berfungsi sebagai layanan pesan pribadi tanpa konten publik sama sekali," ujarnya kepada BBC.
Yope bekerja seperti WhatsApp, kata Ismailau, yang intinya adalah "bertemu orang-orang Anda setiap hari dan berbagi kehidupan Anda dengan mereka secara aman dan pribadi".
Sementara Lemon8 dilaporkan akan mengecualikan pengguna di bawah 16 tahun dari platformnya mulai minggu depan, meskipun tidak termasuk dalam larangan tersebut.
Baca juga: Texas Akan Berlakukan Regulasi Ketat Penggunaan Media Sosial di Bawah 18 TahunYouTube, yang awalnya dikecualikan dari larangan tersebut tetapi kemudian dimasukkan, menyebut undang-undang tersebut "terburu-buru" dan mengklaim bahwa melarang anak-anak memiliki akun yang dilengkapi kontrol orangtua, akan membuat platform berbagi videonya "kurang aman".
Larangan media sosial Australia, yang pertama di dunia, sedang diawasi ketat oleh para pemimpin dunia.
Pemerintah menugaskan sebuah studi awal tahun ini yang menemukan bahwa 96% anak-anak Australia berusia 10-15 tahun menggunakan media sosial, dan tujuh dari 10 anak-anak tersebut telah terpapar konten berbahaya seperti materi misoginis dan kekerasan serta konten yang mempromosikan gangguan makan dan bunuh diri. (*/lsi/bbc)
(lsi)