Israel melancarkan serangan udara di Jalur Gaza pada hari Sabtu (31/1) lalu, mengakibatkan setidaknya 32 orang tewas. Bahkan dalam satu serangan, helikopter tempur menghantam tenda yang menampung pengungsi di kota Khan Younis di selatan.
Israel telah menewaskan lebih dari 270 jurnalis dan pekerja media sejak melancarkan perang di Gaza. Terbaru, lima jurnalis tewas oleh Israel dalam serangan double tap di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis pada Senin lalu, dengan total korban jiwa sedikitnya 21 orang.
Ada lebih dari 145 negara di dunia telah dan akan mengakui negara Palestina. Israel yang menentang keras hal ini memiliki rencana untuk memupuskan ide tersebut, yaitu membangun permukiman dan akan diwujudkan segera, meskipun mendapat kecaman luas.
Kurang lebih 600 pensiunan pejabat keamanan Israel, termasuk mantan kepala badan intelijen telah menulis surat kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump, untuk mendesak Israel agar segera mengakhiri perang di Gaza.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa malnutrisi di Gaza, Palestina telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan, serta berada pada tingkat lintasan berbahaya.
Perlmutter menceritakan pengalamannya merawat korban terbakar, tercabik, yang sebagian besar adalah anak-anak. Bahkan, tambah Perlmutter, banyak korban anak-anak yang sengaja ditarget di bagian dada dan kepala oleh penembak jitu Israel.
Puluhan warga Gaza dilaporkan tewas saat antre bantuan makanan di Rafah. Tragedi kemanusiaan ini picu kecaman dunia, di tengah konflik berkepanjangan dan krisis pangan yang makin parah.
Menlu Saudi Pangeran Faisal mengecam Israel karena menolak kunjungan delegasi Arab ke Ramallah. Ia menyebut tindakan itu sebagai bukti ekstremisme dan desakan untuk akui negara Palestina.
Menlu Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, tiba di Yordania untuk hadiri pertemuan komite Arab-Islam soal perang Gaza. Bahas solusi damai, buka blokade bantuan, dan tanggapan keras atas larangan Israel ke Tepi Barat.