LANGIT7.ID-, -
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa
malnutrisi di Gaza, Palestina telah mencapai "tingkat yang mengkhawatirkan", serta berada pada tingkat "lintasan berbahaya". Hal ini disampaikan WHO setelah pengiriman bantuan melalui udara dilanjutkan di
Jalur Gaza.
Tak hanya
WHO, Program Pangan Dunia PBB menyatakan sepertiga dari dua juta penduduk Gaza tidak makan selama beberapa hari, dan seperempatnya "mengalami kondisi seperti kelaparan".
Lebih dari 100 orang dilaporkan meninggal dunia akibat malnutrisi dalam beberapa hari terakhir oleh Kementerian Kesehatan yang dikelola
Hamas.
Ratusan orang tewas akibat tembakan, menurut Kementerian, ketika mereka berusaha mendapatkan makanan dari sejumlah titik distribusi terbatas yang dikelola oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) yang didukung Israel dan AS. Israel membantah telah menargetkan warga sipil pengumpul bantuan.
Baca juga: Dukung Gaza, Aktivis Dunia Kirim Kapal Bantuan dari ItaliaSementara itu, Yordania mengatakan, telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mengirimkan 25 ton bantuan ke Gaza pada hari Minggu setelah Israel memulai apa yang disebutnya "jeda taktis" dalam pertempuran.
Israel sebut akan menghentikan operasi militer selama 10 jam sehari di beberapa wilayah Gaza dan mengizinkan koridor bantuan untuk konvoi PBB. Ini dilakukan dengan dalih untuk "membantah klaim palsu tentang kelaparan yang disengaja".
Kepala Bantuan PBB Tom Fletcher mengonfirmasi pada hari Minggu bahwa beberapa pembatasan pergerakan tampaknya telah dilonggarkan oleh Israel.
Dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh kantor berita Reuters, Fletcher mengatakan bahwa laporan awal menunjukkan lebih dari 100 truk bantuan telah dikumpulkan dari titik-titik penyeberangan untuk diangkut ke Gaza.
"Ini kemajuan," kata Fletcher. "Tetapi bantuan dalam jumlah besar dibutuhkan untuk mencegah kelaparan dan krisis kesehatan yang dahsyat," lanjutnya.
Pada hari Minggu, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan telah menjatuhkan tujuh paket bantuan melalui udara yang terdiri dari tepung, gula, dan makanan kaleng. "Israel mendukung bantuan untuk warga sipil, bukan untuk Hamas," kata juru bicara IDF, Effie Defrin.
Baca juga: Serangan Udara Israel Tewaskan Ratusan di Gaza, Trump Akui Krisis Kelaparan Makin ParahNamun, petugas medis melaporkan sembilan orang tewas dan 54 orang terluka oleh tembakan Israel di dekat rute konvoi bantuan di Gaza tengah. Sebuah serangan udara juga menghantam sebuah blok permukiman satu jam setelah jeda diberlakukan pada hari Sabtu.
Sumber-sumber lokal mengatakan, bahwa sembilan orang ditembak di Koridor Netzarim di sepanjang Jalan Salah al-Din di Gaza tengah, tempat banyak warga sipil berkumpul untuk mengantisipasi datangnya konvoi bantuan PBB. Para korban dibawa ke Rumah Sakit al-Awda di Nuseirat, kata seorang pejabat medis di fasilitas tersebut.
Sementara IDF mengatakan pasukannya melepaskan tembakan peringatan ke arah kumpulan orang yang mendekati mereka. IDF juga menyatakan tidak mengetahui adanya korban jiwa.
Sementara itu, BBC Verify berhasil melacak lokasi serangan udara di Jalan Midhat Al-Wahidy di distrik Al-Rimal, Kota Gaza bagian barat, yang telah ditetapkan Israel satu jam sebelumnya sebagai area penghentian operasi.
Verifikasi ini berdasarkan laporan saksi mata dan dua video dengan lokasi geografis yang dipublikasikan sebelumnya pada hari Minggu. IDF mengatakan telah memeriksa koordinat dan tidak mengetahui adanya serangan.
Truk bantuan makanan yang tiba di Jalur Gaza pada hari Minggu diserbu oleh warga Palestina yang putus asa yang mencoba merebut karung-karung tepung dari dekat titik distribusi makanan di Zikim, Gaza utara.
Israel telah berada di bawah tekanan internasional yang intens selama beberapa minggu terakhir untuk mengizinkan bantuan masuk ke wilayah yang dikuasainya, di tengah laporan kelaparan massal.
Baca juga: Afrika Selatan Kecam Israel Gunakan "Kelaparan" sebagai Senjata di GazaPresiden AS Donald Trump merespons kondisi ini dengan mengatakan akan mengirimkan lebih banyak bantuan ke Gaza, sembari menegaskan bahwa ini adalah "masalah internasional-bukan masalah AS".
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy mengatakan konsesi Israel selama akhir pekan saja tidak akan sepenuhnya mengatasi tingkat kelaparan di Gaza.
"Meskipun bantuan udara akan membantu meringankan penderitaan terburuk, jalur darat merupakan satu-satunya cara yang layak dan berkelanjutan untuk menyediakan bantuan ke Gaza," ujarnya dalam sebuah pernyataan.
"Langkah-langkah ini harus dilaksanakan sepenuhnya dan hambatan lebih lanjut terhadap bantuan harus dihilangkan. Dunia sedang memperhatikan."
Inggris sebelumnya telah berjanji untuk mengirimkan bantuan udara ke Gaza.
Volker Türk, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, menyerukan lebih banyak tekanan internasional untuk mengakhiri perang. Setiap hari, katanya, membawa "lebih banyak kehancuran, lebih banyak pembunuhan, dan dehumanisasi lebih lanjut terhadap warga Palestina". (*/lsi/bbc.com)
(lsi)