Rakyat Palestina Hadapi Wabah Penyakit, Banyak Rumah Sakit Tak Berfungsi
Tim langit 7
Kamis, 07 Desember 2023 - 07:00 WIB
ilustrasi
Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) untuk Tepi Barat dan Gaza Richard Pepperkorn mengatakan intensitas pengeboman Israel di wilayah selatan Palestina terus meningkat usai gencatan senjata berakhir.
Dia mengabarkan, rumah sakit banyak yang tidak berfungsi dan warga Palestina kini menghadapi wabah penyakit.
"Situasinya semakin memburuk dari jam ke jam. Ada pengeboman intensif yang terjadi di sekitar, termasuk di sini di daerah selatan, Khan Younis dan bahkan di Rafah," terang Pepperkorn dikutip dari Reuters, Kamis (7/12/2023).
Ia menambahkan, sebanyak 18 dari 36 rumah sakit di Jalur Gaza berfungsi dalam kapasitas yang amat terbatas. Sementara tiga rumah sakit hanya menyediakan pertolongan pertama dasar, sedangkan sisanya memberikan layanan parsial. Lalu 12 dari 18 rumah sakit itu berada di selatan. Hanya sekitar 1.400 tempat tidur rumah sakit yang masih tersedia di Jalur Gaza.
Baca juga:Pejuang Subuh Merangin Rela Berjalan 24 Jam Demi Titipkan Rp551 Juta untuk Bantu Palestina
Pepperkorn mengatakan bahwa sejak dimulainya perang, warga Palestina kini menghadapi wabah penyakit. Sebanyak 120.000 orang dilaporkan mengalami infeksi pernapasan akut; hampir 26.000 orang dengan kudis.
Kemudian ada 86.000 kasus diare, termasuk 44.000 di antara anak-anak berusia di bawah lima tahun, yang 20 hingga 30 kali lebih tinggi dari yang diperkirakan.
Dia mengabarkan, rumah sakit banyak yang tidak berfungsi dan warga Palestina kini menghadapi wabah penyakit.
"Situasinya semakin memburuk dari jam ke jam. Ada pengeboman intensif yang terjadi di sekitar, termasuk di sini di daerah selatan, Khan Younis dan bahkan di Rafah," terang Pepperkorn dikutip dari Reuters, Kamis (7/12/2023).
Ia menambahkan, sebanyak 18 dari 36 rumah sakit di Jalur Gaza berfungsi dalam kapasitas yang amat terbatas. Sementara tiga rumah sakit hanya menyediakan pertolongan pertama dasar, sedangkan sisanya memberikan layanan parsial. Lalu 12 dari 18 rumah sakit itu berada di selatan. Hanya sekitar 1.400 tempat tidur rumah sakit yang masih tersedia di Jalur Gaza.
Baca juga:Pejuang Subuh Merangin Rela Berjalan 24 Jam Demi Titipkan Rp551 Juta untuk Bantu Palestina
Pepperkorn mengatakan bahwa sejak dimulainya perang, warga Palestina kini menghadapi wabah penyakit. Sebanyak 120.000 orang dilaporkan mengalami infeksi pernapasan akut; hampir 26.000 orang dengan kudis.
Kemudian ada 86.000 kasus diare, termasuk 44.000 di antara anak-anak berusia di bawah lima tahun, yang 20 hingga 30 kali lebih tinggi dari yang diperkirakan.