Pertama Setelah 8 Tahun, Iran Kembali Berangkatkan Jamaah Umrah ke Tanah Suci
Esti setiyowati
Sabtu, 16 Desember 2023 - 13:00 WIB
Iran kembali mengizinkan warga negaranya umrah ke Arab Saudi untuk pertama kali dalam delapan tahun.
Iran kembali mengizinkan warga negaranya umrah ke Arab Saudi untuk pertama kali dalam delapan tahun. Melansir Middle East Monitor, Sabtu (16/12/2023), penerbangan jamaah umrah berangkat dari 10 bandara di seluruh negeri.
Penerbangan gelombang pertama akan lepas landas pada 19 Desember 2023 mendatang. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Organisasi Haji dan Ziarah Iran, Seyyed Abbas Hosseini.
“Setelah koordinasi yang diperlukan dengan pejabat haji Saudi dan penandatanganan memorandum dan kontrak yang relevan, konvoi pertama jamaah umrah akan dikirim Iran ke Arab Saudi pada 19 Desember." kata Abbas Hosseini.
Gelombang pertama yang terdiri dari 550 jamaah Iran akan menunaikan ibadah umrah selama 10 hari, lima hari di Madinah dan lima hari di Mekkah.
Baca juga:Masjid Al Irsyad Ikon Wisata Religi di Bandung Barat
Abbas Hoesseini menambahkan, hasil kesepakatan dengan Saudi membuka kesempatan bagi 70.000 warga Iran untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci di tahun depan.
Kantor berita yang berafiliasi dengan ILNA, mengabarkan, pada Ahad lalu, Iran dan Saudi akan membuka penerbangan langsung ke ibu kota masing-nasing negara.
Penerbangan gelombang pertama akan lepas landas pada 19 Desember 2023 mendatang. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Organisasi Haji dan Ziarah Iran, Seyyed Abbas Hosseini.
“Setelah koordinasi yang diperlukan dengan pejabat haji Saudi dan penandatanganan memorandum dan kontrak yang relevan, konvoi pertama jamaah umrah akan dikirim Iran ke Arab Saudi pada 19 Desember." kata Abbas Hosseini.
Gelombang pertama yang terdiri dari 550 jamaah Iran akan menunaikan ibadah umrah selama 10 hari, lima hari di Madinah dan lima hari di Mekkah.
Baca juga:Masjid Al Irsyad Ikon Wisata Religi di Bandung Barat
Abbas Hoesseini menambahkan, hasil kesepakatan dengan Saudi membuka kesempatan bagi 70.000 warga Iran untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci di tahun depan.
Kantor berita yang berafiliasi dengan ILNA, mengabarkan, pada Ahad lalu, Iran dan Saudi akan membuka penerbangan langsung ke ibu kota masing-nasing negara.