Ceramah di Majelis Subuh Genzi, Ustadz Syam: Musibah Juga Patut Disyukuri
Tim langit 7
Senin, 18 Desember 2023 - 06:00 WIB
Dai muda Ustadz Syam Elmarusy menegaskan bahwa musibah juga patut disyukuri.Foto/MAS
Dai muda Ustadz Syam Elmarusy menegaskan bahwa musibah juga patut disyukuri, karena nikmat di akhirat lebih penting daripada nikmat di dunia.
“Syukur itu ada dua macam yakni Syakir dan Syakur. Syakir adalah syukur karena mendapat nikmat sedang Syakur adalah syukur karena musibah,” katanya di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), Ahad (17/12/2023)
Pendakwah yang tinggal di Jakarta itu menyampaikan hal itu dalam agenda bulanan MAS yakni “Majelis Subuh GenZI (Generasi Z Islami)” yang bertema “Rahasia Muda Penuh Karya”.
Di hadapan 2.000-an GenZI dan milenial, ia menjelaskan syakur (syukur karena musibah) itu patut dilakukan, karena musibah (ujian di dunia) itu bisa menghasilkan kebaikan/nikmat di akhirat.
Baca juga:Doa agar Perjalanan Diberi Kemudahan dan Keselamatan
“Kalau kita bersyukur, inSya-Allah, nikmat (kebaikan) kita akan bertambah, meski mungkin menderita di dunia. Ibarat orang pincang yang tetap shalat itu artinya sehat, karena orang yang sehat/kaya tapi tidak shalat itu justru (sebenarnya) sakit/miskin,” katanya.
Dalam tausiyah yang diawali dengan Shalat Subuh Berjamaah dan Doa Khotmil Qur’an oleh KH Abdul Hamid Abdullah (Imam Besar MAS) itu, Ustadz Syam menyebut orang yang taat (shalat) adalah orang cerdas, dengan mencontohkan Uwais Al Qarni dari Yaman.
“Syukur itu ada dua macam yakni Syakir dan Syakur. Syakir adalah syukur karena mendapat nikmat sedang Syakur adalah syukur karena musibah,” katanya di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), Ahad (17/12/2023)
Pendakwah yang tinggal di Jakarta itu menyampaikan hal itu dalam agenda bulanan MAS yakni “Majelis Subuh GenZI (Generasi Z Islami)” yang bertema “Rahasia Muda Penuh Karya”.
Di hadapan 2.000-an GenZI dan milenial, ia menjelaskan syakur (syukur karena musibah) itu patut dilakukan, karena musibah (ujian di dunia) itu bisa menghasilkan kebaikan/nikmat di akhirat.
Baca juga:Doa agar Perjalanan Diberi Kemudahan dan Keselamatan
“Kalau kita bersyukur, inSya-Allah, nikmat (kebaikan) kita akan bertambah, meski mungkin menderita di dunia. Ibarat orang pincang yang tetap shalat itu artinya sehat, karena orang yang sehat/kaya tapi tidak shalat itu justru (sebenarnya) sakit/miskin,” katanya.
Dalam tausiyah yang diawali dengan Shalat Subuh Berjamaah dan Doa Khotmil Qur’an oleh KH Abdul Hamid Abdullah (Imam Besar MAS) itu, Ustadz Syam menyebut orang yang taat (shalat) adalah orang cerdas, dengan mencontohkan Uwais Al Qarni dari Yaman.