LANGIT7.ID-Paris; Seperti yang diprediksi dari awal duel final France Open antara petenis Rusia Mirra Andreeva melawan petenis Polandia, Maja Chwalinska akan dengan mudah dimenangkan Andreeva.
Maja Chwalinska adalah datang dari babak kualifikasi yang secara mental dan pengalaman di tournamen grand slam belum teruji.
Maka, Andreeva yang menempati rangking 8 dunia dengan mudah mengalahkan Chwalinska
dengan skor 6-3, 6-2 untuk memenangkan gelar Prancis Terbuka dan meraih gelar Grand Slam perdananya pada Sabtu (8/6). Setelah sukses mengangkat tropy grand slam pertamanya ini, Andreeva berhak membawa pulang hadiah uang 47,5 miliar, sementara Chwalinska sebagai runner up membawa pulang hadiah uang 39 miliar.
Andreeva, petenis berusia 19 tahun itu menjadi remaja pertama yang memenangkan mahkota Roland Garros sejak petenis Polandia Iga Swiatek pada tahun 2020.
Mirra Andreeva yang menduduki peringkat kedelapan dunia menghentikan perjalanan Maja Chwalinska, pemain kualifikasi peringkat 114 asal Polandia, dengan kemenangan telak 6-3, 6-2 di final Roland Garros, Sabtu.
Andreeva juga menjadi petenis termuda yang memenangkan gelar tunggal putri sejak Monica Seles, yang saat itu berusia 18 tahun ketika meraih gelar Prancis Terbuka ketiganya secara beruntun pada tahun 1992.
Chwalinska berupaya menjadi pemain kualifikasi pertama yang merebut gelar Roland Garros seperti si cantik Emma Raducanu saat meraih gelar grand slam pertama di US Open juga datang dari babak kualifikasi. Tapi sayang Chwalinska tidak semujur si cantik Raducanu.
![Akhirnya Mirra Andreeva Sukses Meraih Grand Slam Pertama dari France Open Setelah Kalahkan Chwalinska dan Bawa Pulang Hadiah 47,5Miliar]()
Ketika Andreeva mengeksekusi pukulan backhand menyilang yang tak dapat dijangkau lawan pada match point pertamanya, ia berlutut di atas tanah liat untuk merayakan kemenangannya.
Dari awal Andreeva telah dianggap sebagai calon kuat juara Grand Slam sejak ia muncul ke permukaan sebagai petenis berusia 15 tahun di Madrid Open 2023, ketika ia menjadi pemain termuda ketiga yang memenangkan pertandingan babak utama di turnamen WTA 1000 dan melaju hingga perempat final.
Belakangan ini, Andreeva harus bermain dengan status netral dan tanpa bendera negaranya karena perang dengan Ukraina.
Ketika ia mengalahkan Marta Kostyuk di semifinal, lawannya menolak untuk berjabat tangan, sebagaimana sudah menjadi kebiasaan petenis Ukraina saat menghadapi petenis Rusia sejak perang dimulai pada tahun 2022.
Andreeva kini melangkah lebih jauh daripada pelatihnya, Conchita Martinez, yang kalah di final Prancis Terbuka 2000 dari Mary Pierce. Pierce dijadwalkan akan menyerahkan piala juara kepada Andreeva.
Final berlangsung di bawah langit yang umumnya cerah, tetapi angin menjadi faktor yang memengaruhi kedua pemain di final Grand Slam pertama mereka.
Chwalinska melakukan double fault pada poin pembukaan pertandingan, tetapi ia menjadi pemain pertama yang mempertahankan servisnya di game kelima.
Namun pada akhirnya, Andreeva menemukan cara untuk mengatasi terpaan angin dan menemukan jawaban atas berbagai macam pukulan spin serta drop shot dari Chwalinska.
Para pendukung Polandia tampak hadir cukup banyak di antara penonton di Lapangan Philippe-Chatrier.
Ketika Chwalinska diperkenalkan, para penggemar mengibarkan bendera merah-putih Polandia dan meneriakkan namanya: "Ma-ja, Ma-ja."
Andreeva hanya mendapat sedikit dukungan dari penonton, meskipun ada teriakan "Davai Mirra!" — "Ayo Mirra" dalam bahasa Rusia — di akhir pertandingan.(*/saf/france24)
(lam)