3 Penyebab Covid-19 Melonjak dan Tips Mengatasinya
Tim langit 7
Rabu, 20 Desember 2023 - 13:00 WIB
ilustrasi
Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI), Syahrizal Syarif, menjelaskan tiga faktor penyebab peningkatan kasus Covid di Jakarta yang salah satunya hilangnya kekebalan setelah vaksin terakhir.
Namun menurut dia, orang yang terpapar Covid bergejala biasa dan sedikit yang memerlukan perawatan. Tiga faktor tersebut ialah, pertama, kehilangan kekebalan praktis setelah beberapa bulan meskipun sudah divaksin sebab virus Covid-19 sifatnya temporal. Hal ini berbeda dengan vaksin polio, campak rubella yang sifanya permanen.
"Kita semua pada dasarnya rentan walaupun sudah vaksin hingga tiga kali. Tapi, kalau kita terkena Covid lagi maka gejalanya biasa saja, seperti alami flu biasa, sedikit sekali yang memerlukan perawatan," kata Syahrizal dikutip dari NU Online, Rabu (20/12/2023).
Kedua, mutasi virus bukan faktor utama, namun penularan tergantung pada kondisi kesehatan seseorang. Ketiga, musim dingin dan keramaian akhir tahun turut berkontribusi pada peningkatan kasus. Syahrizal menekankan bahwa meskipun telah divaksin, kerentanan terhadap virus masih ada terutama saat memasuki musim dingin.
la kemudian memaparkan hasil analisis Covid dari tahun 2021, 2022 hingga 2023 terjadi peningkatan setiap memasuki bulan Desember.
"Kalau di negara empat musim ini adalah musim dingin. Kalau sudah masuk musim dingin angka kejadian flu juga tinggi ditambah Desember banyak keramaian seperti perayaan tahun baru dan natal itu dirayakan seluruh dunia dan biasanya agak naik," jelasnya.
Syahrizal menekankan vaksinasi sebagai langkah penting, meskipun Covid sekarang dianggap endemik, bukan lagi pandemi. Kekebalan setelah vaksin tidak permanen, namun vaksinasi memberikan keuntungan gejala ringan atau tanpa gejala saat terinfeksi.
Namun menurut dia, orang yang terpapar Covid bergejala biasa dan sedikit yang memerlukan perawatan. Tiga faktor tersebut ialah, pertama, kehilangan kekebalan praktis setelah beberapa bulan meskipun sudah divaksin sebab virus Covid-19 sifatnya temporal. Hal ini berbeda dengan vaksin polio, campak rubella yang sifanya permanen.
"Kita semua pada dasarnya rentan walaupun sudah vaksin hingga tiga kali. Tapi, kalau kita terkena Covid lagi maka gejalanya biasa saja, seperti alami flu biasa, sedikit sekali yang memerlukan perawatan," kata Syahrizal dikutip dari NU Online, Rabu (20/12/2023).
Kedua, mutasi virus bukan faktor utama, namun penularan tergantung pada kondisi kesehatan seseorang. Ketiga, musim dingin dan keramaian akhir tahun turut berkontribusi pada peningkatan kasus. Syahrizal menekankan bahwa meskipun telah divaksin, kerentanan terhadap virus masih ada terutama saat memasuki musim dingin.
la kemudian memaparkan hasil analisis Covid dari tahun 2021, 2022 hingga 2023 terjadi peningkatan setiap memasuki bulan Desember.
"Kalau di negara empat musim ini adalah musim dingin. Kalau sudah masuk musim dingin angka kejadian flu juga tinggi ditambah Desember banyak keramaian seperti perayaan tahun baru dan natal itu dirayakan seluruh dunia dan biasanya agak naik," jelasnya.
Syahrizal menekankan vaksinasi sebagai langkah penting, meskipun Covid sekarang dianggap endemik, bukan lagi pandemi. Kekebalan setelah vaksin tidak permanen, namun vaksinasi memberikan keuntungan gejala ringan atau tanpa gejala saat terinfeksi.