home global news

Anak-Anak Palestina Sudah Mampu Pikul Tanggungjawab Hidupi Keluarga

Kamis, 21 Desember 2023 - 22:00 WIB
Kondisi keras di Palestina memaksa anak-anak tumbuh dengan tugas-tugas berat seperti yang dipikul orang tua
Penderitaan di Palestina melahirkan anak-anak kuat secara mental. Kondisi keras memaksa anak-anak tumbuh dengan tugas-tugas berat sperti yang dipikul orang tua. Umumnya, anak-anak di lokasi pengungsian turut andil dalam membantu kehidupan keluarga hingga mengatur urusan sehari-hari.

Anak Adham Nusair (13 tahun) duduk di depan kompor primitif setelah sekian lama mengumpulkan kayu dan karton untuk menyalakan api. Dia hendak menyiapkan roti untuk keluarganya, yang mengungsi di Sekolah Menengah Doha di kota Rafah , di ujung selatan Strip.

Keluarga Nusair mengungsi dari rumah mereka di kota Beit Hanoun, Jalur Gaza utara. “Keinginan saya adalah kembali ke Beit Hanoun dan membangun kembali rumah kami yang hancur,” katanya saat wawancara dengan Aljazeera, Selasa (19/12).

Masa kecil yang Penuh Tantangan

Di ruang kelas tempat para pengugnsi, Adham seharusnya duduk di kursi menerima pendidikan formal di sekolah menengah. Namun kini, dia harus memikul tanggungjawab untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Pekerjaan Adham tidak mudah. Palestina saat ini, khususnya di Jalur Gaza, sedang mengalami krisis pangan. Menemukan makanan sangat susah. Itu merupakan terjemahan realistis dari peringatan-peringatan dari organisasi-organisasi internasional mengenai kelaparan yang dihadapi 2,3 juta warga Palestina.

Terlepas dari kerasnya penderitaan yang dialami Adham dan teman-temannya, pemandangan anak-anak ini sudah tidak asing lagi di jalan-jalan dan lapangan umum.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
palestina tanggungjawab keluarga anak-anak
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya