home global news

Perjuangan Wanita Gaza: Hidup di Bawah Bayang-bayang Pembantaian dan Kehilangan Privasi

Rabu, 27 Desember 2023 - 09:00 WIB
ilustrasi
Perempuan di Jalur Gaza harus menghadapi tantangan hidup yang berkali-kali lipat. Mulai dari kehilangan privasi, kehilangan keluarga, tekanan psikologis, dan harus melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan para pria.

Selain itu, salah satu dampak pembantaian bagi perempuan saat ‘tamu’ bulanan tiba. PBB melaporkan, 690 ribu perempuan tidak bisa mendapatkan produk kebersihan pribadi yang terbatas selama periode menstruasi.

Perempuan Palestina mengalami kekurangan privasi di pusat pengungsian di Jalur Gaza selatan, di tengah kondisi sulit untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup.

Pusat pengungsian biasanya berupa sekolah dan lembaga-lembaga Badan Bantuan dan Pekerjaan Pengungsi Palestina (UNRWA). Pusat pengungsian tersebut sudah over kapasitas, sehingga menghambat kemampuan wanita untuk menggunakan toilet atau tidur sendiri di dalam ruangan pribadi.

Ditambah lagi dengan kelanjutan penutupan perlintasan Kerm Abu Salim tanpa masuknya kebutuhan kesehatan perempuan, yang dianggap oleh perempuan Palestina sebagai "bencana" dan bersamaan dengan kekurangan air untuk kebersihan, mandi, bahkan minum.

Baca juga:Tunjukkan Solidaritas Gaza, Kristen Betlehem Tak Rayakan Natal Meriah

Wanita di Jalur Gaza juga melakukan pekerjaan keras yang tidak sesuai dengan sifat tubuh mereka, seperti memotong kayu untuk memasak makanan, dan duduk di depan api yang mengeluarkan asap dari pembakaran kayu dan daun untuk waktu yang lama di luar ruangan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
jalur gaza hidup privasi
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya