home global news

Pilihan Boleh Beda, Tapi Tetap Tidak Boleh Terpecah-belah

Kamis, 04 Januari 2024 - 06:00 WIB
ilustrasi
Wakil Kepala Bidang Penyelenggaraan Peribadatan BPMI, KH. Abu Hurairah Abd. Salam, menceritakan sebuah kisah perbedaan pendapat yang terjadi di kalangan para sahabat.

Suatu ketika Rasulullah SAW memerintahkan sahabatnya berangkat ke perkampungan Bani Quraidzah. Lalu para sahabat berkata: “Yaa Rasulallah sebentar lagi masuk waktu Ashar, lebih baik kita shalat Ashar dulu, setelah itu kita berangkat?”

Nabi menjawab,“Tidak, kalian berangkat sekarang juga.”

Abu Hurairah menjelaskan, dalam riwayat tentang kisah tersebut, Nabi Muhammad SAW menekankan: “Kalian tidak boleh ada yang shalat Ashar kecuali di perkampungan Bani Quraidzah.”

Baca juga:Sepuluh Prinsip Kepemimpinan Efektif

Dalam perjalanan, tidak ada yang berani shalat Ashar, namun setelah matahari hampir terbenam dan merekapun belum sampai ke perkampungan Bani Quraidzah. Muncullah perbedaan pendapat di antara para sahabat, mereka terpecah menjadi dua kelompok.

Kelompok pertama mengatakan, “Tadi waktu di Madinah kita tunda shalat Ashar karena waktunya masih sangat luas, sekarang waktunya sudah mau habis, sebaiknya kita berhenti shalat dulu, setelah itu kita teruskan perjalanan.”
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pilihan masyarakat perbedaan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya