home global news

Pentingnya Wawasan Keagamaan dalam Memilih Pemimpin

Jum'at, 05 Januari 2024 - 07:00 WIB
Presiden Nusantara Foundation, Imam Shamsi Ali.Foto/ist
Imam Shamsi Ali

Presiden Nusantara Foundation

Dalam catatan saya terdahulu telah saya sampaikan tiga karakteristik utama pemimpin dalam Islam yang disebutkan dalam Surah As-Sajadah. Ketiganya adalah “yahduuna bi amrinaa” (tertunjuki dengan urusan/petunjuk Kami), “lammaa shobaruu” (memiliki kesabaran), dan “bi aayaatinaa yuuwinuun” (mereka yakin dengan ayat-ayat Kami”.

Sekiranya kita menyimpulkan ketiga karakter itu dalam satu kata maka ketiganya sesungguhnya tersimpulkan dalam kata “religiositas”. Dalam bahasa keseharian agama disebut “tadayyun” atau beragama. Pelaku tadayyun itu dikenal dengan “mutadayyun” atau religious. Sebuah kata yang mencakup keseluruhan karakter keislaman seseorang, baik pada tataran kehidupan pribadi, keluarga, maupun kehidupan jama’ah (social collective).

Kehidupan keagamaan pemimpin dalam perspektif Islam menjadi sangat penting karena pertimbangan politik dalam Islam bukan sekedar berdasar kepentingan pragmatis. Bukan hitung-hitungan apa dan berapa untuk saya dan keluarga atau kelompok. Di atas dari semua itu ada pertimbangan “nilai” (value) yang mendasarinya. Dan kalau kita berbicara tentang value (nilai) maka agama dan kemanusiaan menjadi landasannya.

Kehidupan keagamaan seorang pemimpin ini kita dapat merujukkannya kepada perjalanan panjang Ibrahim AS sebagai pemimpin kemnusiaan (global leadership). Beliau harus melalui perjalanan panjang dan tempaan yang solid hingga pada akhirnya diangkat menjadi pemimpin

Dalam proses menuju kepada posisi “imaamah” (kepemimpinan) Ibrahim AS ditempa sedemikian rupa sehingga solid dalam segala aspek kehidupan beragama. Akidah dan keimanan ditempa sedemikian rupa, dari tantangan/cobaan masa remaja, pemuda, hingga kehidupan keluarganya. Dari ancaman eliminasi (dihabisin) dengan dibakar hidup-hidup, pengusiran dari kampung halaman, hingga ke ujian pengorbanan dengan menyembelih anak satu-satunya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
wawasan global pemimpin imam shamsi ali pemahaman keagamaan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya