Krisis Kesehatan Parah Landa Palestina, Hanya Lima Dokter Bertahan di RS Al-Aqsa Gaza
Tim langit 7
Jum'at, 12 Januari 2024 - 08:00 WIB
Krisis kesehatan melanda Pakestina dan hanya ada llima dokter di RA Al Aqsa Gaza.Foto/ilustrasi
Palestina mengalami krisis yang sangat parah. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa hanya ada lima dokter yang dikabarkan masih bertahan di Rumah Sakit Al-Aqsa di wilayah tengah Gaza.
“Hanya lima dokter yang dilaporkan masih berada di RS Al-Aqsa, tempat tim WHO mengirimkan pasokan medis untuk mendukung 4.500 pasien dialisis selama tiga bulan dan 500 pasien yang memerlukan perawatan trauma,” demikian laporan PBB dikutip dari laman resminya.
Koordinator Tim Medis Darurat Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) Sean Casey mengatakan, jumlah keseluruhan staf yang masih tersedia di RS Al-Aqsa hanya sekitar 30 orang. Mereka bekerja setiap hari merawat ratusan korban unit gawat darurat (UGD).
Ia melaporkan bahwa dalam beberapa kasus, ratusan pasien, terutama anak-anak, ditempatkan di lantai dan dirawat oleh satu dokter yang bekerja semalaman.
“Rumah sakit ini saat ini beroperasi dengan sekitar 30 staf seperti beberapa hari yang lalu. Mereka melihat, dalam beberapa kasus, ratusan korban setiap hari di unit gawat darurat kecil,” katanya.
Ia mengaku bahwa pihak rumah sakit telah berbicara kepadanya dan memohon agar rumah sakit mendapatkan perlindungan. Pihak rumah sakit juga meminta bantuan komunitas internasional agar rumah sakit ini dapat terus beroperasi.
“Salah satu permintaan yang disampaikan oleh direktur rumah sakit tersebut adalah masyarakat internasional perlu memastikan bahwa rumah sakit ini dan rumah sakit lain sejenisnya tetap terlindungi, tidak terkena dampak, tidak dievakuasi, dan dapat terus berfungsi,” katanya dilansir dari NU Online
“Hanya lima dokter yang dilaporkan masih berada di RS Al-Aqsa, tempat tim WHO mengirimkan pasokan medis untuk mendukung 4.500 pasien dialisis selama tiga bulan dan 500 pasien yang memerlukan perawatan trauma,” demikian laporan PBB dikutip dari laman resminya.
Koordinator Tim Medis Darurat Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) Sean Casey mengatakan, jumlah keseluruhan staf yang masih tersedia di RS Al-Aqsa hanya sekitar 30 orang. Mereka bekerja setiap hari merawat ratusan korban unit gawat darurat (UGD).
Ia melaporkan bahwa dalam beberapa kasus, ratusan pasien, terutama anak-anak, ditempatkan di lantai dan dirawat oleh satu dokter yang bekerja semalaman.
“Rumah sakit ini saat ini beroperasi dengan sekitar 30 staf seperti beberapa hari yang lalu. Mereka melihat, dalam beberapa kasus, ratusan korban setiap hari di unit gawat darurat kecil,” katanya.
Ia mengaku bahwa pihak rumah sakit telah berbicara kepadanya dan memohon agar rumah sakit mendapatkan perlindungan. Pihak rumah sakit juga meminta bantuan komunitas internasional agar rumah sakit ini dapat terus beroperasi.
“Salah satu permintaan yang disampaikan oleh direktur rumah sakit tersebut adalah masyarakat internasional perlu memastikan bahwa rumah sakit ini dan rumah sakit lain sejenisnya tetap terlindungi, tidak terkena dampak, tidak dievakuasi, dan dapat terus berfungsi,” katanya dilansir dari NU Online