Bukan Bergelimang Harta, Begini Kehidupan Baik Menurut Al-Qur’an
Muhajirin
Senin, 22 Januari 2024 - 20:52 WIB
Ustadz Bachtiar Nasir
Banyak orang memaknai kehidupan yang baik dengan harta berlimpah dan hidup dalam segala kemewahan. Tidak sedikit pula yang memaknai kehidupan yang baik dengan pangkat dan jabatan yang tinggi. Banyak juga yang memaknai kehidupan baik dengan popularitas yang tiada banding.
“Untuk mencapai semua itu mereka berusaha sekuat tenaga, bahkan dengan menghalalkan segala macam cara yang bertentangan dengan norma dan ajaran Islam. Setelah mencapai semua itu mereka tidak menemukan kehidupan yang baik itu,” ujar pimpinan AQL Islamic Center, KH Bachtiar Nasir (UBN), dalam tausiahnya di AQL Islamic Center, dikutip Senin (22/1/2024).
“Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya.” (QS An-Nur: 39).
Al-Qur’an sebagai kitab hidayah dan petunjuk bagi jalan hidup manusia telah menjelaskan makna dan standar dari kehidupan yang baik, yakni hanya dapat dicapai melalui amal shaleh dan keimanan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS An-Nahl: 97).
Baca juga:Dalam Islam, Harta Diklasifikasikan Jadi 7 Macam
Para ulama tafsir berbeda-beda dalam menjelaskan maksud dari al-hayah al-thayyibah (kehidupan yang baik) dalam ayat ini. Imam al-Qurthubi menyebutkan dalam tafsirnya, ada beberapa pendapat mengenai makna dari kehidupan yang baik dalam ayat tersebut.
“Untuk mencapai semua itu mereka berusaha sekuat tenaga, bahkan dengan menghalalkan segala macam cara yang bertentangan dengan norma dan ajaran Islam. Setelah mencapai semua itu mereka tidak menemukan kehidupan yang baik itu,” ujar pimpinan AQL Islamic Center, KH Bachtiar Nasir (UBN), dalam tausiahnya di AQL Islamic Center, dikutip Senin (22/1/2024).
“Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya.” (QS An-Nur: 39).
Al-Qur’an sebagai kitab hidayah dan petunjuk bagi jalan hidup manusia telah menjelaskan makna dan standar dari kehidupan yang baik, yakni hanya dapat dicapai melalui amal shaleh dan keimanan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS An-Nahl: 97).
Baca juga:Dalam Islam, Harta Diklasifikasikan Jadi 7 Macam
Para ulama tafsir berbeda-beda dalam menjelaskan maksud dari al-hayah al-thayyibah (kehidupan yang baik) dalam ayat ini. Imam al-Qurthubi menyebutkan dalam tafsirnya, ada beberapa pendapat mengenai makna dari kehidupan yang baik dalam ayat tersebut.