home global news

10 Pertimbangan dalam Menentukan Pilihan

Sabtu, 03 Februari 2024 - 12:00 WIB
Presiden Nusantara Foundation, Imam Shamsi Ali.Foto/ist
Shamsi Ali Al-Kajangi

Sambil menunggu tibanya waktu Jumatan di Kota Rasulullah SAW saya menuliskan 10 hal yang dapat menjadi pertimbangan bagi rakyat Indonesia untuk menentukan pilihan menyambut Pilpres 2024.

Satu, Capres/cawapres seharusnya memiliki kesehatan fisik yang baik. Tentu hal ini mencakup faktor umur dan jejak kesehatan para calon (capres/cawapres). Presiden RI tidak saja akan memimpin negara yang luasnya sebesar Amerika, 275 juta orang, ribuan pulau dengan kompleksitas masalah yang tinggi. Tapi juga akan berhadapan dengan dunia global dengan tekanan-tekanan yang tinggi. Jika fisik tidak prima maka pastinya akan mengalami keterbatasan dalam menjalankan tugas dan amanah negara.

Dua, Capres/cawapres harus memiliki mental solid dan stabilitas emosi. Berada pada sebuah posisi kekuasaan itu dengan sendirinya adalah sebuah pressure (tekanan). Memerlukan kesabaran agar tidak menjadi angkuh. Apalagi di saat menghadapi tantangannya. Presiden akan menghadapi rakyat yang mulai tersadarkan akan hak demokrasinya. Jika tidak memiliki mental yang kuat dan emosi yang stabil akan Presiden atau Wapres itu akan terjatuh.

Tiga, capres/cawapres harus memiliki pemikiran dan komunikasi yang sistimatis dan terstruktur. Permasalahan bangsa dan negara semakin sangat kompleks dan dahsyat. Ditambah lagi tanggung jawab global yang semakin tak terkendali. Di sinilah pentingnya capres/cawapres untuk memilki kemampuan berpikir sekaligus komunikasi yang terstruktur, tidak seandainya apalagi semrawut.

Empat, capres/cawapres harus memilki integritàs tinggi. Dan itu dimulai dari pencalonan yang bebas manipulasi dan nepotisme. Jika sejak awal pencalonan itu cacat integritàs dan etika jangan harap Presiden/Wakil Presiden itu akan menjaga integritàs dan etika dalam bernegara.

Lima, Capres/cawapres harus memiliki self trust yang tinggi. Ketika capres/cawapres itu dari awal menempatkan diri sebagai “boneka” mainan orang lain, termasuk penguasa dan Oligarki, maka pastinya tidak akan mampu independen dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan. Dia akan dikendalikan oleh mereka yang sejak awal mengendalikan. Apalagi lagi ketika harus berhadapan dengan negara-negara besar dunia. Pastinya akan rentang tunduk kepada tekanan negara-negara besar itu.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya